Cupu Panjolo

 

Cupu Panjolo

Cupu Panjolo Adalah benda mati Di sisi lain, cupu tersebut mendadak bisa berubah seolah seperti ‘benda hidup’. Ajaib? Ada apa dengan cupu yang umurnya 500 tahun lebih ini? Sebegitu hebatkah, sehingga cupu tersebut mampu menarik perhatian banyak orang? Ini keajaiban yang ada di sudut Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Selayaknya benda, cupu tersebut memang tidak lebih dari tembikar. Kehebatan yang tak bisa dipungkiri adalah kekuatannya dalam menggerakkan ribuan bahkan jutaan mulut untuk menceriterakan demo yang biasa dilakukan setiap dinten anggorokasih

Cupu Panjala dibuka hanya sekali dalam setahun menjelang musim hujan tiba. Acara pembukaan sangat menarik perhatian masyarakat karena di dalam lembaran kain pembalut peti akan tampak muncul gambar yang berbeda-beda setiap tahunnya. Gambar tersebut merupakan pralampita atau perlambang akan situasi dan kondisi zaman selama setahun kedepan. Perlambang bisa menggambarkan situasi politik, ekonomi, kemakmuran, dan siapa pemegang tampuk kekuasaan. Perlambang biasanya dalam bentuk beberapa gambar yang tidak sulit ditafsirkan.

Tiga buah cupu bertuah masing-masing memiliki nama sebagei berikut :

Ukuran besar     : semar kinando
Ukuran Sedang  : palang kinantar
Ukuran Kecil      : kenthiwiri

Cupu Panjolo

Cupu Panjala sudah mengalami perpindahan tempat sebanyak 3 kali. Dan diturunkan secara bergantian dari trah tertua dari generasi ke generasi berikutnya. Sejak Mei tahun 1957 hingga saat ini cupu tersebut berada di dusun Colorejo, di rumah bapak Dwijo Sumarto, yang merupakan menantu dari generasi ke 7 dari trah Kyai Panjala.

Author: 
author

Related Post

Leave a reply