Apeman Atau Kenduri Sedekahan

Apeman Atau Kenduri Sedekahan

Apeman Atau Kenduri Sedekahan

Apeman Atau Kenduri Sedekahan adalah Permintaan Kepada  Tuhan untuk mohon kekuatan itu bisa untuk tumbal, tolak bala, atau syarat untuk berbagai tujuan. Bagi petani, bisa untuk tumbal sawah agar tanaman selamat dari segala bencana dan hama penyakit.Bahkan, ada yang percaya siapa yang mendapat banyak apem pada perebutan itu sebagai tanda akan memperoleh rezeki melimpah. Tradisi ini juga dilakukan pada bulan ruwah. Tradisi ini dilakukan di dusun – dusun. Acara ini berbeda dengan acara apeman yang dilaksanakan di kraton. Pertama kali para warga membikin apem ketan di rumah masing – masing. Kemudian apem ketan itu ditata dan dirangkai sedemikian rupa di dalam baskom atau nampan. Pada sore harinya, setelah terdengar kode bunyi kentongan, apem ketan tadi dikumpulkan di salah satu rumah warga. Setelah apem ketan terkumpul, kaum (rohis) setempat memimpin doa yang diikuti oleh warga setempat yang hadir dalam acara itu. Setelah doa dipanjatkan, apem ketan yang terkumpul itu diambil beberapa untuk diberikan kepada warga yang tidak mengumpulkan apem tersebut. Saking percaya hal itu ada yang kaul (nadar) menggelar wayang kulit, atau pertunjukan tradisional yang lain.Maka, tak heran jika pada puncak acara peringatan Apeman Atau Kenduri Sedekahan ini Banyak pengunjung melimpah yang datang dari berbagai daerah di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Acara tradisi budaya tersebut digelar untuk mengenang jasa Ki Ageng Gribig, tokoh ulama penyebar agama Islam di Jawa, yang menetap dan meninggal di Jatinom.

Apeman Atau Kenduri Sedekahan

Upacara ini mulai pertama kali berbentuk majelis pengajian yang dikunjungi oleh umat Islam dan masyarakat sekeliling Jatinom. Upacara ini diselenggarakan setiap tahun sekali pada hari Jumat pertengahan bulan Sapar. Adanya Upacara ini dinamakan Yaqowiyu diambil dari doa Kyai Ageng Gribig sebagai penutup pengajian yang berbunyi : Ya qowiyu Yaa Assis qowina wal muslimin, Ya qowiyyu warsuqna wal muslimin, yang artinya : Ya Tuhan berikanlah kekuatan kepada kita segenap kaum muslimin, doa tamu itu dihormati dengan hidangan kue roti, dan ternyata hidangannya kurang, sedang tamunya masih banyak yang belum menerimanya.Acara ini juga dilakukan sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan nimat kepada kita. Selain itu, acara ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa berbagi antar sesama warga, serta ajang untuk saling mempererat silaturahim antar warga.

Author: 
author

Related Post

  1. author
    anwar2 years agoReply

    matursuwon atas informasinipun

Leave a reply