Upacara Merti Bumi Arum

Upacara Merti Bumi Arum

Upacara Merti Bumi Arum

Upacara Merti Bumi Arum merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia-Nya yang berupa panen yang melimpah. Pada perkembangannya, upacara Merti Bumi merupakan obyek pariwisata. Masyarakat masih berusaha untuk melestarikannya karena upacara tersebut merupakan warisan dari leluhur mereka yang tidak boleh ditinggalkan. Adapun makanan yang digunakan dalam upacara tersebut adalah nasi putih yang dibentuk kerucut (robyong) dengan lauk pauknya, gunungan palawija seperti buahbuahan dan sayur-sayuran yang dibentuk kerucut. Ada satu keunikan makanan yang digunakan dalam upacara Merti Bumi yaitu buah salak yang dibentuk kerucut yang menunjukkan bahwa dusun Tunggul Arum mayoritas penghasil buah salak yang melimpah. Menurut tradisi, malam hari sebelum siang harinya diselenggarakan upacara Merti Bumi, maka lebih dahulu diadakan Mujahadah (pengajian). Kegiatan Mujahadah ini diikuti hampir seluruh dusun Tunggul Arum. Mereka bersama-sama berkumpul di rumah salah satu warga di dusun Tunggul Arum.Upacara Merti Bumi Arum ini biasanya Diselenggarakan pada minggu pertama bulan Sapar atau sesudah panen.

Nilai luhur kepribadian dan kepercayaan diri
Bahwa dalam melaksanakan upacara tradisional ini masyarakat merasa yakin dan lega bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa akan mengabulkan segala permohonannya. Para pelaku upacara spiritual mempunyai semangat dan kepribadian tinggi, mantap dan kuat untuk melakukan sosial sesuai naluri yang tertanam dalam kancah budaya spiritual merti bumi tunggul arum.

Author: 
author

Related Post

Leave a reply