Upacara Adat Tuk Si Bedug

Upacara Adat Tuk Si Bedug

Upacara Adat Tuk Si Bedug

Upacara Adat Tuk si Bedug Upacara ini diadakan untuk mengenang dan menghormati perjalanan Sunan kalijaga dalam menyebarkan ajaran Islam di wilayah Margodadi. Upacara ini merupakan tradisi turun temurun masyarakat di kecamatan Seyegan, kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selain itu, upacara ini juga bermakna sebagai ungkapan terima kasih masyarakat kepada Allah yang telah memberikan rejeki dan ‘tuk’ (sumber air) yang tidak pernah kering dan memberikan berkah untuk masyarakat setempat.

Dalam upacara adat Tuk si Bedug, terdapat dua prosesi yaitu prosesi pengambilan air dan prosesi napak tilas Sunan Kalijaga. Prosesi pengambilan air dilakukan 7 hari sebelum pelaksanaan prosesi napak tilas Sunan Kalijaga. Prosesi pengambilan air dilakukan pada Kamis Wage setelah Sholat Isya’.

Dalam prosesi ini, pengambilan air menggunakan kendi, kemudian dikirap menuju Balai Desa Margodadi untuk disemayamkan, dan diambil lagi saat prosesi napak tilas. Seminggu berselang, tepatnya Jun’at Pahing, diselenggarakan prosesi napak tilas Sunan Kalijaga tepatnya pada pukul 14:00 WIB.

Upacara ini dimulai dengan pengambilan air di Balai Desa untuk dikirap dan dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Pada prosesi ini biasanya disertai dengan upacara pemindangan petilasan Grogol (ketandan). Setelah upacara pemindangan, dilanjutkan dengan upacara adat Tuk si Bedug di lapangan Mranggen.

Author: 
author

Related Post

Leave a reply