Tradisi Khitanan

Tradisi Khitanan
Tradisi Khitanan adalah adat dan perintah yang harus di jalani oleh khususnya pemeluk agama islam. Seseorang di katakan sah menjadi orang islam jika dia sudah di khitan. Kata khitan untuk pria yaitu memotong sebagian kulit depan zakar yang menutupi kepala zakar tersebut. Menurut  ajaran agama Islam, khitan berlandaskan Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Abu Hurairah berkata, bahwa Rasulullah memerintahkan fitrah (hygiene) itu ada lima:  khitan, mencukur bulu zakar, mencabut bulu ketiak, mencukur kumis, dan memotong kuku. Abu Hurairah juga mengabarkan, bahwa Nabi Muhammad SAW itu sudah khitan. Nabi Ibrahim khitan saat usia 80 tahun dengan mempergunakan kampak.

Pendapat lainnya, mazhab Syafi’i dan Hambali dan Sahnun (dari ulama Malikiyah) mengatakan bahwa khitan hukumnya wajib bagi lelaki dan perempuan. Pendapat ini dilandaskan kepada ayat yang memerintahkan Nabi Muhammad agar mengikuti ajaran Nabi Ibrahim. Pendapat ketiga, diriwayatkan oleh Ibnu Qudamah dalam al-Mughni bahwa Khitan hukumnya wajib bagi lelaki dan sunnah bagi perempuan. Adapun waktu khitan bagi mazhab Syafi’i dan Hambali adalah ketika baligh, karena kegunaan khitan adalah menyepurnakan thaharah (bersuci) dalam beribadah.

Namun disunatkan ketika bayi berumur 7 hari, karena Rasulullah telah melaksanakan ‘aqiqah dan khitan untuk kedua cucunya Hasan dan Husain di hari ke tujuh (HR. Baihaqi). Pendapat lain menyatakan khitan dilakukan ketika berumur 7 – 10 tahun karena pada saat itu seorang anak mulai diperintahkan menjalankan shalat. Secara psikologis, sebaiknya khitan dilakukan saat anak sudah berani sehingga trauma psikis lebih minimal.

Author: 
author

Related Post

Leave a reply