Upacara Banjir Lahar

Upacara Banjir Lahar

Upacara Banjir Lahar

Upacara Banjir Lahar Upacara ini berupa doa mohon keselamatan dan perlindungan kepada Tuhan YME bagi segenap penduduk agar terhindar dari marabahaya, disertai dengan peletakan sesaji berupa kelapa muda di sungai yang diperkirakan akan dilewati lahar. Hal ini dilakukan bila telah melihat tanda-tanda alam akan datangnya bencana lahar yang telah mereka kenal secara turun temurun.

Tujuan dari upacara ini agar dengan menjalankan tindakan tersebut, dapat menolak datangnya banjir lahar dingin. Setidaknya bila ada banjir jangan sampai banjir tadi meluap ke sawah-sawah, melanda ke rumah penduduk. Bagi mereka yang memeluk agama Islam, adanya musibah itu mereka tanggapi dengan mengadakan pengajian yang dilakukan pada hari Minggu pagi sekitar jam 07.30 dan setiap sore hari jam 20.00. pengajian ini berlangsung selama kurang lebih tiga builan setelah banjir. bagi penduduk lain yang masih menjalankan tradisi warisan dari para leluhurnya yaitu dengan meletakkan sesaji yang berupa degan kambil ijo (kelapa muda hijau) dan gula kelapa di tempat yang dikeramatkan antara lain: terdekat dengan aliran Sungai Opak yang akan dilalui Ladhu dari gunung Merapi dan dekat batu besar yang dianggap keramat.

Upacara ini berupa doa memohon keselamatan dan kelimpahan rejeki kepada Tuhan YME serta memberi sedekah kepada makhluk halus penghuni Merapi agar tidak mengganggu penduduk, damai dan terbebas dari marabahaya, sehingga tercipta satu harmoni antara manusia dan lingkungan alam.

Author: 
author

Related Post

Leave a reply