Wedang Uwuh

Wedang Uwuh, Minuman Tradisional Khas Yogyakarta.

wedang uwuh 2

  • Sejarah

Wedang uwuh merupakan minuman tradisional khas Yogyakarta. Kata uwuh sendiri berarti ‘sampah’. Dinamakan uwuh karena minuman ini terdiri dari berbagai macam-macam bahan tumbuhan yang dicampur menjadi satu, dan jika dilihat akan tampak seperti sampah.

bahan wedang uwuh

Asal mula wedang uwuh berasal dari kisah Sultan Agung, sebagai Raja Mataram di Yogyakarta. Suatu saat Sultan Agung bersama beberapa pengawalnya sedang mencari tempat yang akan dijadikan sebagai pemakaman keluarga raja. Beberapa tempat telah mereka kelilingi, hingga akhirnya Bukit Merak Imogiri (Bantul) terpilih menjadi tempat yang paling cocok. Sebelum akhirnya pilihan benar-benar diputuskan, Sultan Agung terlebih dahulu semedi (menyepi) di tempat tersebut untuk memantapkan hati.

Pada malam itu sang raja meminta pada salah seorang pengawalnya untuk membuatkan minuman untuk menghangatkan tubuhnya dalam proses semedi di bukit yang dingin itu. Pengawal tersebut kemudian membuatkan Wedang Secang dan meletakkannya di bawah pepohonan berdekatan dengan tempat semedi sang raja. Seiring berjalannya malam, angin bertiup riang, menari-nari, menerbangkan beberapa daun dan ranting pohon. Dedaunan dan ranting-ranting itu tak sengaja jatuh pada Wedang Secang milik raja. Bercampur dan larut menjadi satu. Karena gelapnya malam, Sang raja tak menyadari ada yang salah pada minumannya. Ia pun meminumnya dan menikmatinya tanpa rasa curiga ataupun aneh sedikitpun.

Hari berikutnya sang raja kembali memanggil pengawal dan memintanya dibuatkan minuman yang sama persis dengan yang ia minum semalam. Sang raja berkata bahwa minuman yang belum pernah ia rasakan itu sangat enak dan dapat menghangatkan tubuhnya dari udara dingin Imogiri.

Merasa penasaran dengan perkataan sang raja dan ekspresi kepuasannya itu, pengawal kemudian mengambil wadah minum sang raja untuk memastikan minuman yang ia buat. Betapa terkejutnya ia bahwa yang berada di wadah minum adalah bahan-bahan minuman yang bukan ia buat. Ia kemudian mengamati bahan-bahan yang ada pada wadah tersebut, dan meraciknya pada malam selanjutnya. Hingga akhirnya minuman itu menjadi favorit di lidah sang raja dan masyarakat Yogyakarta. Mereka pun menamakannya ‘Wedang Uwuh’.

wedang uwuh 3

  • Khasiat

Wedang Uwuh mempunyai aroma yang harum dan nikmat, terbuat dari rempah-rempah asli tanah Jawa yang kaya akan khasiat-khasiat baik bagi tubuh. Adapun bahan-bahan Wedang Uwuh terdiri dari: daun pala, daun kayu manis, daun cengkeh, batang cengkeh, jahe, kayu secang, kayu manis, pala, akar sere, daun sere, kapulogo dan gula batu. Sedangkan beberapa diantara khasiatnya yaitu: menyembuhkan batuk ringan, pegal-pegal, perut kembung dan masuk angin, menurunkan kolesterol, sebagai anti oksidan, menyegarkan badan, menghilangkan capek-capek, melancarkan aliran darah, menyembuhkan dan mencegah masuk angin, serta dapat menghangatkan badan, meningkatkan kekebalan tubuh dan memperlancar aliran darah.

bahan wedang uwuh 4

  • Bahan-bahan

Bagi yang ingin mencoba membuatnya sendiri, berikut ini cara pembuatan Wedang Uwuh. Pertama siapkan bahan-bahan di bawah ini:

-         500 ml air

-         40 g serutan kayu secang kering

-         50 g gula batu/gula pasir

-         6 cm jahe, memarkan

-         2 lembar daun kayu manis kering

-         3 lembar daun cengkeh kering

-         3 lembar daun pala kering

-         10 butir cengkih/batang cengkih kering

Namun jika merasa repot untuk mencari bahan-bahan tersebut, tak usah khawatir karena sekarang telah banyak dijual bahan wedang uwuh secara sachet beserta takaran yang pas di beberapa daerah di Yogyakarta. Sehingga selanjutnya hanya tinggal memasak bahan tersebut saja.

bahan-bahan wedang uwuh

  • Cara pembuatan:

Adapun cara pembuatan wedang uwuh adalah sebagai berikut:

-         Bakar jahe, lalu memarkan.

-         Rebus air dalam panci. Masukkan jahe, cengkeh/batang cengkeh, daun cengkih, daun kayu manis, daun pala, serutan kayu secang, jahe, dan gula batu.

-         Masak hingga mendidih dengan api sedang.

-         Rebus kurang lebih 15 menit.

-         Angkat dan saring. Atau dapat juga langsung diangkat tanpa disaring.

-         Tuang ke dalam gelas. Hidangkan hangat-hangat.

Author: 
    author
    JogjaLand

    Related Post

    Leave a reply