AJAIB!!! MAHASISWA KKN UNDIP UBAH SINGKONG MENJADI MAKANAN YANG MEMILIKI NILAI JUAL TINGGI UNTUK MEMBANTU PEREKONOMIAN WARGA DI MASA PANDEMI COVID-19

MAGELANG, di masa pandemi COVID-19 Mahasiswa Universitas Diponegoro tetap melaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata) dengan mengusung tema KKN Pulang Kampung yang selaras dengan tujuan Pemberdayaan Masyarakat di Masa Pandemi COVID-19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Sesuai dengan tema yaitu KKN Pulang Kampung, KKN dilaksanakan di desa asal masing-masing mahasiswa.

Minggu (19/07/20), Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro, Anisa Eka Fitriyani yang sedang melaksanakan pengabdiannya di Desa Menoreh, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang telah melaksanakan programnya yaitu pemberdayaan masyarakat berbasis pada pelatihan pembuatan brownies singkong untuk membantu mempercepat pemulihan perekonomian keluarga.

Program ini didasarkan pada permasalahan saat ini yaitu banyak warga Desa Menoreh yang penghasilannya berkurang ataupun terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) sebagai akibat dari adanya pandemi COVID-19 maka munculah ide pelatihan pembuatan brownies singkong untuk membantu mempercepat pemulihan perekonomian keluarga. Bahan baku singkong dipilih setelah mahasiswa melakukan analisis potensi Desa Menoreh yaitu unggul dalam sektor pertanian dan singkong merupakan salah satu hasil bumi yang banyak dijumpai di Desa Menoreh. Agar singkong ini memiliki nilai jual yang tinggi maka perlu diolah menjadi makanan berupa brownies singkong.

Bertempat di rumah Ibu Yani, Mahasiswa KKN Undip melaksanakan program pelatihan pembuatan brownies singkong yang diikuti oleh 13 peserta yang merupakan ibu-ibu anggota Dasawisma Menur Desa Menoreh. Pelatihan diawali dengan pembagian modul yang berisi resep dan cara membuat brownies singkong, kemudian penjelasan pengenai alat dan bahan, dilanjutkan dengan praktik langsung membuat brownies singkong dari mulai membuat adonan hingga brownies siap untuk disajikan. Selain itu Mahasiswa KKN Undip juga menyelipkan materi mengenai pengemasan dan pemasaran produk. Agar menarik produk perlu dikemas dengan kardus dan diberi stiker. Untuk materi pemasaran produk Mahasiwa KKN Undip menyarankan kepada peserta pelatihan untuk memasarkan produk secara offline maupun online melalui media sosial seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram. Warga sangat antusias dan senang mengikuti pelatihan ini.

1

Foto Pelatihan Pembuatan Brownies Singkong.

Sumber: Galeri Penulis.

Mahasiswa KKN Undip berharap setelah dilaksanakan pelatihan pembuatan brownies singkong ini ibu-ibu Dasawisma Menur memiliki skill membuat brownies yang nantinya produk dapat dijual untuk membantu mempercepat pemulihan perekonomian keluarga akibat adanya pandemi COVID-19.

Untuk video pelaksanaan program dapat diakses di https://youtu.be/Fcw-XuYEZA8

Dalam KKN ini selain membuat pelatihan pembuatan brownies singkong untuk program kedua sesuai dengan displin ilmu Mahasiwa yaitu Administrasi Publik dan dalam rangka mewujudkan Kabupaten Magelang sebagai Smart City, Mahasiswa KKN Undip membuat program pengembangan website desa sebagai ajang branding desa dan memudahkan penyampaian informasi kepada masyarakat.

Pengembangan website desa ini juga selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) atau yang kita kenal dengan SDGs Nomor 10 yaitu mengurangi ketimpangan di dalam dan antar negara, dimana banyak kelurahan di kota maupun kabupaten yang lain sudah memiliki website desa dengan konten dan tampilan yang menarik, sehingga Desa Menoreh perlu juga untuk mengaktifkan dan mengembangkan website yang sudah ada.

Program pengembangan webite desa ini sudah dimulai sejak minggu ke dua KKN dengan melakukan koordinasi dengan Perangkat Desa Menoreh untuk menyiapkan konten yang akan dimuat di dalam web. Perangkat desa merasa senang karena web dihidupkan kembali. Pada minggu ke tiga dan keempat KKN dilakukan pembuatan dan pengunggahan konten secara bertahap. Adapun konten atau isian yang diunggah dalam website desa Menoreh ini meliputi profil desa yang memuat informasi umum mengenai desa; panduan pelayanan publik seperti panduan pembuatan e-ktp, pembuatan akta kelahiran, pembuatan akta kematian, pindah alamat keluar desa, pengantar nikah, pengantar skck, dan pembuatan sktm untuk mempermudah warga Desa Menoreh yang akan mengurus administrasi di Balai Desa Menoreh; serta berita dan kegiatan yang ada di Desa Menoreh. Pada minggu ke lima dilakukan pengunggahan konten terkait potensi yang ada di Desa Menoreh berupa produk unggulan desa yaitu grubi (makanan khas yang berasal dari ubi) dan kesenian topeng ireng yang merupakan kesenian asli dari Desa Menoreh.

2

Tampilan website desa dan proses pembuatan website desa.

Sumber: Galeri Penulis.

Dengan adanya program pengembangan website Desa Menoreh ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi warga desa Menoreh yaitu mempermudah warga yang akan mengurus administrasi di Desa Menoreh, serta memberikan manfaat untuk desa sebagai ajang untuk branding desa dan sebagai sarana publikasi.

 

Penulis: Anisa Eka Fitriyani (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro, 14030117130056)

Editor : Dr. Farmaditya Eka Putra, M.Si., Ph.D

Layouter : Moh. Sami’udin

Related Post

Comments are closed.