Upacara Kematian Sewu Dino

selamatan sewu dino

Upacara selamatan kematian sewu dino

Upacara selamatan sewu dino atau 1000 hari ini dikerjakan pas 1000 hari mulai sejak kematian seorang. Selamatan sewu dino ini umumnya diselenggarakan dengan cara besar-besaran, karena yang dikira paling akhir kalinya. Materinya sama juga dengan diatas, namun umumnya ditambah dengan potong kambing, dara/merpati serta bebek/itik, di samping juga ayam. Ada kriteria spesifik untuk binatang yang bakal dipotong pada upacara selamatan kematian ini yang memotong juga golongan, baru penyelesaiannya dikerjakan oleh orang lain yang sudah ditunjuk.
Pada upacara selamatan ini terkecuali diselenggarakan sesajen seperti selamatan-selamatan pada awal mulanya, juga ditambah sesajen yang lain yang berbentuk klasa bangka/tikar, benang lawe, jodog/tempat menyimpan lampu sentir, clupak diisi minyak goreng/lenga klentik beserta sumbu/uceng-uceng, 1 botol minyakgoreng/minyak klentik, sisir, wangi-wangian, cermin, kapas, kemenyan, pisang raja/gedang ayu 6 sisir atau 3 tangkep, gula kelapa atau gula jawa 2 buah atau 1 tangkep, 1 buah kelapa utuh, 1 takir beras atau lebih, benang jahit serta jarum serta bunga. Seluruhnya itu di sajikan ditempat melakukan kenduri atau pembacaan ayat-ayat Al Qur’an ; sajen itu nanti bakal jadi sisi atau berkatan si golongan serta santri yang turut dalam pembacaan ayat-ayat Al Qur’an juga memperoleh berkatan 1 tebok atau 1 kroso (wadah yang terbuat dari daun kelapa), yang di dalamnya diisi berbagai macam makanan serta duit sekedarnya.

Arti yang terdapat dalam kebiasaan upacara salamatan sesudah hari kematian

a. Sega asahan atau ambengan ; melambangkan satu maksud supaya arwah si mati ataupun keluarga yang masih tetap hidup nantinya bakal ada pada “pembenganing Pangeran”, berarti senantiasa memperoleh ampun atas semua dosa-dosanya serta di terima di sisiNya.
b. Sega wuduk serta lauk pauk fresh/bumbu lembaran tujuannya untuk menjamu roh beberapa leluhur.
c. Ingkung ayam melambangkan tingkah laku pasrah atau menyerah pada kekuasaan Tuhan. Arti ingkung atau diingkung memiliki arti “dibanda” atau dibelenggu.
d.  Kembang rasulan atau kembang telon melambangkan keharuman doa yang dilontarkan dari hati yang tulus ikhlas lahir batin. Selain itu bau mesti memiliki arti kemuliaan.
e. Bubur merah serta bubur putih melambangkan keberanian serta kesucian serta ungkapan rasa sukur pada Tuhan Allah. Makanan khas yang mejadi symbol doa, harapan, persatuan serta semnangat orang-orang orang jawa.. Selain itu bubur merah untuk memule atau sinyal bakti pada roh dari ayah atau roh laki-laki serta bubur putih juga sebagai sinyal bakti pada roh dari ibu atau roh wanita. Dengan cara lengkapnya yaitu juga sebagai sinyal bakti pada bapa angkasa ibu pertiwi atau penguasa langit serta bumi, seluruhnya dibekteni dengan harapan bakal memberi barokah, baik pada si mati ataupun pada yang masih tetap hidup.
f. Harus melambangkan satu kemauan perkataan terima kasih pada golongan yang sudah “ngujubake” menjabarakan maksud selamatan itu, serta terima kasih juga pada seluruhnya fihak yang ditujunya, semoga seluruhnya itu terkabul.
g.  Sega punar atau nasi kuning melambangkan kemulian, karena warna atau sinar kuning melambangkan karakter kemuliaan. Juga ditujukan juga sebagai jamuan mulia pada yang dipujinya.
h. Apem melambangkan payung serta tameng, serta ditujukan supaya perjalanan roh si mati ataupun yang masih tetap hidup senantiasa bisa hadapi tantangannya serta semua gangguannya karena perlindungan dari yang maha kuasa serta beberapa leluhurnya. Serta lainnay ada yang menyampaikan juga sebagai symbol keinginan maaf atau ngapuro.
i. Ketan yaitu salah satu makanan dari beras yang memiliki sifat”pliket’ atau lekat. Dari kata pliket atau ketan, ke-raket melambangkan satu situasi atau maksud yg tidak luntur atau layu, berarti tak kenal putus harapan.
j. Kolak yaitu melambangkan satu hidangan minuman fresh atau untuk “seger-seger” juga sebagai pelepas dahaga. Selain itu juga melambangkan satu situasi atau maksud yg tidak luntur atau layu, berarti tak kenal putus harapan. Atau lambing kebenaran (Kolado).
k. Kambing, merpati serta itik melambangkan satu kendaraan yang bakal dikendarai oleh roh si mati.

adat jawa kematian sewu dino upacara adat

Author: 
    author
    JogjaLand

    Related Post

    Leave a reply