Protokol Kesehatan Untuk Pendakian Gunung

pam1

Sumber : google.com

Pandemi Corona memberi pengaruh besar di berbagai sektor industri. Salah satunya industri pariwisata. Penutupan obyek wisata dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 dan juga melaksanan aturan PSBB di beberapa daerah.

Salah satu destinasi wisata yang juga ditutup adalah pendakian selama masa PSBB berjalan. Setelah kurang lebih 4 bulan  aktifitas outdoor dihentikan, mulai bulan Juli mendatang tempat wisata akan segera dibuka dengan memperhatikan protokol kesehatan. Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) bersama pemerintah dan beberapa pihak sedang membahas penerapan protokol di dunia pendakian. Hal ini menjadi dibahas secara rinci menyusul pendakian gunung menjadi populer dikalangan masyarakat Indonesia.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal APGI, yaitu Rahman Mukhlis dalam acara bertajuk #TravelTalk yang digelar Kompas Travel, prosedur pendakian setelah pandemi ini mungkin agak sedikit ketat dan mungkin akan banyak prosedur yang harus dilakukan oleh pendaki sebelum menjelajah ke gunung. Hal ini dilakukan agar masyarakat merasa aman dan nyaman ketika berada di basecamp maupun di kawasan gunung tersebut.

Rahman menyampaikan prosedur tersebut terdapat beberapa teknis yang perlu dipersiapkan sebelum mendaki gunung, mulai dari kesehatan dari rumah, pemilihan peralatan mendaki, sampai transportasi yang akan digunakan. Meski prosedur pendakian yang baru secara resmi belum dirilis oleh pemerintah, berikut beberapa hal yang mungkin akan menjadi protokol kesehatan yang akan diterapkan di dunia pendakian gunung di Indonesia :

1. Pendaki wajib menggunakan masker,

2. Membawa hand sanitizer,

3. Tetap menjaga jarak, jumlah personil dalam 1 grup akan dibatasi,

4. Pendaki diwajibkan membawa surat kesehatan bebas Covid-19,

5. Pendaki wajib di dampingi pemandu gunung.

Pihak pengelola menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada para pendaki yang tidak menaati protokol kesehatan dan tidak memenuhi syarat administratif. Jika tidak memenuhi syarat kesehatan terutama masalah kesehatan yang menjadi gejala Covid-19, maka pendaki tidak diizinkan mendaki gunung. Seluruh peraturan dan protokol kesehatan tersebut juga bergantung pada acuan resmi dari pemerintah pada saat new normal berlangsung.

 

Penulis : Febrianto Bayu P

Pimpinan Redaksi : M. Reza Afrizal

Editor : Rifky Sutanto

Layouter : Moh. Sami’udin

Related Post

Comments are closed.