Pemuda Membawa Sajam Diamankan Polsek Gamping

tahanan

SLEMAN - Berbagai upaya ditingkatkan Polda DIY dalam Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas) di wilayahnya. Salah satunya dengan mencegah aksi premanisme yang berpotensial menimbulkan keresahan di masyarakat.

Terkait hal tersebut, melalui giat operasinya, jajaran Polsek Gamping menangkap seorang pemuda yang membawa sajam. Kapolsek Gamping Kompol Agus Zainudin menuturkan dalam razia yang digalakan untuk memberantas premanisme tersebut, seorang pemuda bernama Rendi Ristia (22), warga Kaliangkrik, Magelang, ditangkap lantaran terbukti membawa sebilah pedang sepanjang 90 cm.

“Dari pengakuannya, sajam tersebut dibawa dari rumah akan akan dikembalikan kepada saudaranya yang tinggal di Badran,” ungkap Agus, Selasa (27/1/2015).

Rendi tak berkutik saat petugas menggeledahnya di jalan Ringroad Barat dusun Nogosaren, Gamping, Sleman. Saat itu Rendi menyembunyikan pedangnya di dalam jaket yang dia kenakan.

Lebih lanjut, pemuda yang kesehariannya bekerja sebagai buruh tersebut harus mendekam di ruang tahanan polsek Gamping karena terbukti melanggar pasal 2 (1) UU Darurat nomor 12  tahun 1951 tentang kepemilikan sejata tajam.

“Saat ini pelaku sudah ditahan dan kami proses sesuai undang-undang, ini juga merupakan bentuk ketegasan kami dalam memberantas aksi premanisme,” ujar Kapolsek.

Sumber : Tribunjogja

premanisme sajam senjata

Author: 
    author
    JogjaLand

    Related Post

    Comments are closed.