Hampir 10 Tahun Berkarnya, Skinny Indonesia Akhirnya Pamit

fjr1

Sumber: YouTube SkinnyIndonesian24

Kanal youtube Skinny Indonesian 24 yang dimiliki oleh kakak beradik Jovial da Lovpez dan Andovi da Lopez akan pamit dari youtube setahun lagi tepatnya 24 Juni 2021. Kabar mengejutkan tersebut mereka sampaikan pada channel YouTube mereka pada tanggal 24 Juni 2020.

Sudah 9 tahun mereka berkarya sehingga membuat nama mereka menjadi besar sampai saat ini, Skinny Indonesian 24 juga salah satu channel yang menjadi pelopor bagi konten digital YouTube di Indonesia. Mereka selalu memberikan karya – karya yang berkualitas untuk penontonya, konten terakhir yang sempat menduduki trending di YouTube yaitu Jokowi vs Prabowo yang mendapat viewers lebih dari 40 juta.

Selama di YouTube karya – karya mereka memang pantas untuk di acungi jempol. Tagar trashchallenge pernah muncul dimedia sosial dan merupakan program dari kakak beradik da Lopez, mereka menginginkan masyarakat lebih peduli terhadap permasalahan sampah. Video yang mereka buat tidak hanya sebuah ajakan, namun juga terdapat pengetahuan karena mereka berdua terjun langsng ke lokasi untuk memberi tahu cara pengolahan.

 

4 tahun yang lalu tepatnya tahun 2016 Skinny Indonesia 24 membuat program Beasiswa da Lopez bagi 3 orang yang beruntung dan berprestasi dalam akademik, program ini menggratiskan biaya kuliah dari masuk sampai lulus kuliah. Bukan tanpa aasan mereka membuat program beasiswa ini, untuk merayakan subscibers channel mereka yang mencapai 1 juta dan memperingati 5 tahun berkarya di YouTube.

Disaat covid – 19 masuk di Indonesia, da lopez bersaudara membuat program yang tidak kalah hebatnya, yaitu penggalangan dana. Penggalangan dana tersebut dengan membacakan KBBI secara live streaming di kanal YouTubenya, Andovi membacakan kata -kata KBBI dari A sampai Z mulai dari tanggal 18 Maret pukul 2 siang sampai 19 Maret pukul 4 pagi. Andovi melakukan hal itu untuk mengumpulkan donasi dari para penonton untuk membantu tenaga medis atau yang membutuhkan terkait Covid – 19 dan terkumpul dana sebesar 200 juta rupiah dan disalurkan melalui peduli sehat.

Namun YouTube tempat dimana mereka berkarya selama 9 tahun dan membuat mereka besar sampai saat ini ternyata harus mereka akhiri. Diawal video Jovial mengatakan “ Karena menurut gua, narasi atau jalan hidup kita harus ditentukan oleh kita sendiri dan bukan ditentukan oleh orang lain”. Andovi menambahkan “ ada banyak alasanya (tidak semangat membuat video), tapi yang gue bener – bener tahu gue merasa 10 tahun adalah waktu yang tepat untuk berhenti dan menyelesaikan karir di YouTube, bagi gue”.

Jovial menuturkan alasannya yang ada sangkut paut dengan system YouTube masa kini. “Engga tahu ya, mungkin ini sedikit egois, cuma gue rasa penghargaan untuk energy yang kita keluarkan itu engga ada.” Ujar Jovial. Dengan system YouTube yang sekarang, Jovial berpendapat bahwa “penghargaan” hanya diberikan kepada kanal atau konten yang berprestasi secara kuantitas, yang kualitasnya belum tentu bagus. Andovi menambahkan bahwa perbedaan antara YouTube jaman dahulu dengan YouTube jaman sekarang. Menurutnya di YouTube sekarang banyak orang yang ada di arus, dalam artian banyak yang dibahas.

Melihat fenomena yang YouTube yang ada di Indonesia sekarang ini. Jovial pun menyinggung soal giveaway yang banyak ditawarkan oleh YouTuber. “Sistemnya sekarang adalah kita giveaway, kalian subscribe ke kita. Kita giveaway ke kalian, supaya kita semakin besar. Guys, itu sistem politikus dari dulu. Gue bayar 100 ribu ke kalian, kalian pilih gue,” tambahnya.

Ia berpendapat, seharusnya jika untuk adilnya, semua orang harus bisa bermain tanpa embel-embel uang atau hadiah lainnya. “Lo pilih gue bukan karena gue kasih lo handphone, lo pilih gue, karena gue ngasih lo mobil. Lo pilih gue karena gue ngasih lo duit. Bukan! Lo pilih gue karena gue layak untuk dipilih,” ujar Jovial.

Walaupun tahun ini adalah tahun terakhir bagi mereka di YouTube, Andovi turut menambahkan bahwa mereka akan terus beradaptasi dengan perubahan yang ada serta terus mencari cara menyalurkan kreativitas.

 

Penulis : Fajar Akhmad W 

Pimpinan Redaksi : M. Reza Afrizal

Editor : Rifky Sutanto

Layouter : Moh. Sami’udin

Related Post

Comments are closed.