Pendaki Jogya Hampir Sepekan Tersesat di Gunung Slamet

Pendaki tersesat

PURBALINGGA – Tiga orang pendaki asal Yogyakarta dilaporkan tersesat di Gunung Slamet, Jawa Tengah, kata Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dinbudparpora) Kabupaten Purbalingga Prayitno.

“Informasi kabar tersesatnya para pendaki itu disampaikan oleh salah satu pendaki melalui pesan singkat kepada petugas SAR (Search and Rescue) Pos Pendakian Bambangan, Slamet Ardianzah,” katanya di Purbalingga, Jumat (13/2/2015) sore.

Menurut dia, tiga pendaki tersebut bernama Ronald Dicki, Airlangga Virgianto, dan Zanuar Renaldo yang melakukan pendakian sejak hari Sabtu (7/2/2015) melalui Pos Pendakian Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga.

Padahal, kata dia, Dinbudparpora hingga saat ini masih menutup pos pendakian tersebut karena Gunung Slamet masih berstatus “Waspada” sehingga belum boleh didaki.

Dalam hal ini, lanjut dia, pendakian Gunung Slamet ditutup sejak tanggal 10 Maret 2014 setelah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status “Waspada” terhadap gunung tertinggi di Jateng itu.

Ia mengatakan bahwa status Gunung Slamet sempat dinaikkan menjadi “Siaga” pada tanggal 30 April 2014, kemudian diturunkan menjadi “Waspada” pada tanggal 12 Mei, selanjutnya pada tanggal 12 Agustus naik lagi menjadi “Siaga”, dan sejak tanggal 5 Januari 2015 hingga sekarang diturunkan menjadi “Waspada”.

“Kami sudah memasang tulisan larangan pendakian di pondok pemuda tempat istirahat dan di gapura pendakian namun mereka nekat naik ke Gunung Slamet secara sembunyi-sembunyi atau tanpa sepengetahuan petugas,” katanya.

Tribunjogja

news pendaki tersesat

Author: 
    author
    JogjaLand

    Related Post

    Comments are closed.