Between Two Gates KotaGede

Between Two Gates KotaGede

Between Two Gates disimpulkan juga sebagai “Di Antara Dua Gerbang”. Frasa ini dipakai untuk menyebutkan salah satu bentuk system tata lingkungan kampung di Kotagede, terutama di Kampung Alun-alun RT 37 RW 09 Kelurahan Purbayan. Menurut tahun yang tercantum di tembok pintu gerbang samping timur, permukiman ini telah ada sejak th.1840, termasuk juga salah satunya rumah saudagar Atmosoeprobo.

Sembilan rumah itu berjejer, membujur dari arah timur ke barat yang beberapa besar bergaya arsitektur Jawa. Pada ujung timur berbatasan dengan permukiman warga Alun-alun, sedang di ujung barat segera terkait dengan Jalan Watu Gatheng.

Di sepanjang  jalur Between Two Gates, ada jalur jalan rukunan yang membagi ke arah utara-selatan. Lebar jalan rukunan itu pada 1, 5 mtr. sampai 2, 5 mtr. serta diperkeras dengan bahan bangunan yang beranekaragam. Pada tiap-tiap penggal jalan pada rumah spesifik, ornamennya tidak sama dengan rumah yang lain. Beragamnya ornament jalan itu bisa tunjukkan hak punya pribadi pada tiap-tiap rumah. Lalu pada jalan rukunan itu juga banyak didapati tadhah alas pada tritis-tritis rumah masyarakat. Tadhah alas pada tritis itu selalu nampak di depan jendela. Tadhah alas itu memiliki manfaat sosial, untuk mengasuh anak atau sebatas ketemu tetangga untuk mengobrol.

Photo : Flikr

Between Two Gates heritage jogja heritage kotagede

Author: 
    author
    JogjaLand

    Related Post

    Comments are closed.