Waspadai Daerah Rawan Longsor

 

Tanah yang longsor

YOGYA - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Gatot Saptadi memaparkan bencana yang patut diwaspadai masyarakat yaitu puting beliung, banjir, longsor, merapi, dan wabah penyakit.

Gatot memaparkan di DIY setidaknya ada 16 kecamatan yang rawan bencana longsor. Kecamatan tersebuat yaitu di Kulonprogo ada di Kokap, Pengasih, Girimulyo, Samigaluh, Kalibawang.

Di Gunungkidul terdapat di Patuk, Gedangsari, Ngawen, Nglipar, Semin, Ponjong. Di Bantul terdapat di Dlingo, Imogiri, Pleret, Piyungan. Sementara di Sleman hanya terdapat satu daerah yang rawan longsor yaitu Prambanan.

“16 kecamatan tersebut, terbanyak di Gunungkidul, sedangkan di Sleman ada satu, yaitu di Prambanan,” ujar Gatot, Kamis (18/12/2014).

Untuk daerah yang rawan longsor seperti Prambanan, pihaknya menuturkan hal tersebut dapat dipengaruhi oleh topografi daerah tersebut.

“Potensi longsor sangat dipengaruhi kondisi kemiringan tanah sebesar 45 derajat ke atas, aktivitas yang ada di atas, jenis tanaman dan curah hujan yang tinggi,” tukas Gatot.

Sementara itu dari gunung Merapi sendiri bencana yang kerap terjadi adalah banjir lahar hujan. Di mana hal tersebut dapat terjadi ketika Merapi diguyur hujan dengan intensitas tertentu.

Gatot menuturkan saat ini di Merapi masih memilik berjuta kubik sedimen. Dijelaskannya, longsoran banjir lahar hujan dari merapi tersebut bisa turun ke sungai dan mengalir hingga kota dan dapat menyerang pemukiman penduduk di bantaran sungai.

“Dengan intesitas sekarang, belum ada guguran sedimen. Akan tetapi bila curah hujan sampai 50mm maka harus diwaspadai,” ujarnya.

Sumber : Tribunjogja

longsor news

Author: 
    author
    JogjaLand

    Related Post

    Comments are closed.