KKN di Masa Pandemi, Mahasiswa Agribisnis Universitas Diponegoro Lakukan Program Pemberdayaan di Desanya

 

1

Pelaksanaan kegiatan Sosialisasi

 

Mertoyudan (18/07) – Masa Pandemi COVID-19 yang melanda dunia selama ini berdampak terhadap perekonomian banyak negara terutama Negara Indonesia. Isu yang menyerang masyarakat Indonesia salah satunya yaitu tentang ketahanan pangan. Di tengah masa pandemi ini pemerintah melalui Kementrian Pertanian menyatakan bahwa perlu adanya upaya masyarakat secara langsung dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, muncul anjuran yang disampaikan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Magelang melalui Musyawarah Perencenaan Pembangunan Desa Mertoyudan untuk menggiatkan menanam pada halaman rumah setidaknya 15 KK pada setiap dusun yang ada di Desa Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan oleh Universitas Diponegoro di tengah masa pandemi sejalan dengan anjuran pemerintah yaitu dengan mengangkat konsep KKN Pulang Kampung yang mana pelaksanaan KKN ini dialkukan secara individu di lokasi dimana mahasiswa tinggal. Kegiatan KKN tersebut dilaksanakan dari tanggal 5 Juli hingga 15 Agustus 2020 dan pelaksanannya harus mengedepankan protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah.

Dengan adanya Kegiatan KKN dan adanya anjuran dari pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan, Andreas Richo seorang mahasiswa Universitas Diponegoro menjalankan dua program dengan judul Pelatihan Hidroponik Sistem Wick secara online dan sosialisasi tentang mewujudkan ketahanan pangan dimasa pandemi covid-19 yang dibimbing oleh dosen dr. Farmaditya Eka Putra, M.Si., Ph.D. “Kegiatan ini saya lakukan secara online dan door to door karena memang adanya permasalahan dimana di tengah pandemi COVID-19 ini, masyarakat tidak boleh untuk berkumpul dan wajib untuk melakukan jaga jarak serta untuk meminimalisir terjadinya penyebaran di desa saya.” Ujar Andreas.

Program ini diawali dengan melakukan pembuatan pamflet dan materi pada Power Point yang kemudian pelatihan dilakukan setelah materi dibuat. Pelaksanaan kegiatan ini juga sesuai dengan konsep KKN Pulang Kampung yang dilaksanakan oleh Universitas Diponegoro dengan tujuan yaitu pemberdayaan masyarakat di tengah pandemi COVID-19 berbasis pada tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG’S).

Sistem Wick atau sistem sumbu merupakan salah satu sistem berhidroponik yang paling sederhana serta tidak memerlukan biaya yang mahal untuk menerapkannya, hanya memerlukan wadah air ataupun dapat menggunakan botol plastik. Dalam sistem ini pemberian nutrisi diberikan melalui media air yang kemudian diserap oleh akar melalui bantuan sumbu. Alat yang dibutuhkan dalam sistem ini cukup sederhana sehingga menurut Andreas sistem ini merupakan sistem yang paling cocok untuk diterapkan pada daerah pemukiman padat penduduk.

Kegiatan KKN Tim II Universitas Diponegoro ini disetujui oleh Kepala Desa Mertoyudan dan diharapkan nantinya kegiatan ini mampu mendukung program pemerintah dalam hal ketahanan pangan. (Andre)

 

Nama : Andreas Richo A.W

Dosen Pembimbing : Dr. Farmaditya Eka Putra, M.Si., Ph.D

Layouter : Moh. Sami’udin

 

 

Related Post

Comments are closed.