Sejarah Upacara Cupu Panjalo Dan Kepercayaan

Cupu Panjalo, Upacara Cupu Panjalo, Gunung Kidul, Kyai Panjolo

Dalam kebiasaan Jawa banyak di kenal beragam pusaka warisan leluhur, salah satunya yaitu berupa cupu, diberi nama Cupu Panjalo. Pada orang-orang Yogyakarta telah demikian popular tentang pusaka ini lantaran tuahnya yang populer keramat. Dalam satu tahun sekali, kain pembungkus cupu di buka serta nampak sinyal tanda zaman sebagai peringatan untuk anak turun serta orang-orang yang meyakini. Ketenaran cupu tak lepas dari ketepatan perkiraan atau ramalan seperti ada dalam deskripsi yang tertoreh diatas lembaran kain mori pembungkusnya.

Menurut kisah, Cupu Ponjolo sejumlah tiga buah, diketemukan di laut oleh Kyai Panjolo yang tengah menjala ikan di laut. Oleh orang-orang Desa Mendak, Girisekar, Panggang, Gunung Kidul diakui bisa berikan perlambang serta ramalan perihal hari esok desa itu. Ketiga buah cupu ditempatkan didalam kotak serta dibungkus dengan beberapa ratus lapis kain mori, disimpan di ruang spesial.

Waktu upacara Cupu Ponjolo, bungkus kain mori di buka serta di teliti satu per satu untuk temukan gambar atau motif yang tercantum di kain mori. Gambar itu jadi perlambang atau ramalan pada apa yang bakal berlangsung di hari esok. Upacara ini umum dikerjakan saat malam hari mendekati musim hujan (September-Oktober), pada hari market Kliwon.

Oleh orang-orang Desa Mendak, Girisekar, Panggang, Gunung Kidul diakui bisa berikan perlambang serta ramalan perihal hari esok desa itu. Ketiga buah cupu ditempatkan didalam kotak serta dibungkus dengan beberapa ratus lapis kain mori, disimpan di ruang spesial.

 

Cupu Panjalo Gunung Kidul news Upacara Cupu Panjalo

Author: 
author

Related Post

Leave a reply