Peresmian Mina Padi Udang Galah

peresmian Mina Padi Udang Galah

Sleman – Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Sri Adiningsih meresmikan sistem pertanian mina padi udang galah di Desa Dero, Harjobinangun, Pakem, Sleman, Jumat (13/02/2015). Pertanian mina padi bukan merupakan sesuatu yang baru di Sleman, pasalnya sudah sejak tahun 2003 sistem tersebut diaplikasikan di tanah pertanian kawasan Sleman. Namun untuk mina padi udang galah baru tahun 2015 ini diterapkan pada sawah petani.

Penebaran bibit udang galah kali ini mengambil lokasi seluas 1.000 meter persegi milik salah satu petani dari Kelompok Tani Ugadi. Sri Adiningsih secara simbolis menebarkan bibit udang galah sebanyak 10.000 ekor.

Sri Adiningsih mengatakan, sistem pertanian mina tani dengan menggabungkan tanaman dan ikan juga udang dalam satu lokasi merupakan terobosan dan kreasi yang baik untuk mendukung berdikari pangan sesuai program presiden. Dirinya mengapresiasi secara mendalam dan mendukung adanya pertanian mina padi tersebut.

“Saya sangat bahagia karena mina padi di kawasan Sleman ini benar-benar bisa terjadi. Tentu saja hal ini sesuai dengan tujuan swasembada pangan dan berdikari ekonomi yang dicanangkan Presiden Joko Widodo,” ungkapnya.

Sri Adiningsih juga mengatakan, jika telah mengkomunikasikan langkah nyata mina padi udang galah tersebut pada presiden. Menurutnya, presiden sangat apresiatif terhadap kreasi masyarakat bersama Pemerintah Daerah dan juga kelompok tani tersebut. “Saya sudah sampaikan pada presiden dan nantinya beliau sanga tertarik untuk datang dan memanen secara langsung,” imbuhnya.

Frans Hero Making, penyuluh dari Dinas Pertanian dan Perikanan Pakem yang menjadi pemrakarsa sistem tersebut mengatakan jika sistem mina padi udang galah ini dapat menambah keuntungan petani hingga 25 persen dalam sekali panen dan menggunakan metode tanam padi metode Jajar Legowo. Meskipun lahan padi berkurang untuk air kolam ikan, namun ternyata hal tersebut lebih menguntungkan bagi petani karena hasil padi bertambah dan hasil ikan pun demikian.

“Untuk setiap 1.000 meter persegi keuntungannya lebih dari 25 persen karena bisa dilepaskan benih 10.000 lebih udang galah. Sistemnya dengan ditanam model jajar legowo yang ternyata bisa mendongkrak hasil panen, baik padi dan juga ikan,” ungkapnya pria asli Flores tersebut.

KRjogja

berita news Sleman

Author: 
    author
    JogjaLand

    Related Post

    Comments are closed.