Pantai Slili Yogyakarta

watu walang 2

Pantai Slili, pancaran keindahan pada ruang minimalis. Begitulah kesan yang akan didapat oleh para wisatawan. Pantai Slili terletak di Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Ia terletak berhimpitan dengan Pantai Ngandong, dan menjadi pemisah antara Pantai Krakal dan Pantai Sadranan. Karenanya ia disebut pantai yang nyempil. Meskipun demikian sebenarnya Pantai Slili menyimpan banyak sekali keindahan dan keunikan.

Keunikan yang pertama dapat dilihat dari segi nama Pantai Slili. Slili berasal dari Bahasa Jawa Mlili, yang artinya mengalir. Ceritanya, pada suatu hari ada seorang pencari rumput di daerah tersebut yang tak sengaja menemukan sebuah gua. Ia pun melaporkan penemuannya ke kelurahan. Tak lama kemudian warga beramai-ramai menggali gua tersebut, namun lama-lama ada air yang mengalir muncul dari gua. Dari kata mengalir itulah kemudian masyarakat sepakat memberikannya nama Slili.

pantai slili 2

Adapun dari segi keindahan, tak diragukan lagi pesona alam yang ditawarkan. Di beberapa sudut pantai dapat dijumpai beberapa batu karang dari berbagai ukuran. Batu karang inilah yang menyebabkan ombak di pantai ini tenang dan tak membahayakan. Para wisatawan dapat bermain-main di atas karang ataupun bermain dengan para lembutnya ombak. Ombaknya jernih berwarna kebiru-biruan, bagaikan cermin yang memantulkan pemandangan langit. Ketika kaki-kaki para wisatawan menyentuh air, lewat jernihnya membuat kita mampu menerawang sekumpulan karang-karang kecil di bawah air.

Keunikan berikutnya, di pantai ini terdapat sebuah pulau yang di bawahnya ada sebuah lubang menyerupai pintu, masyarakat menyebutnya Watu Lawang (Batu pintu). Menurut beberapa keterangan, tempat ini merupakan pintu kerajaan Ratu Selatan. Dan terkadang tempat ini dijadikan beberapa orang untuk bersemedi. Tak heran karena suasana sepi dan asrinya alam menjadi ciri khas lain di pantai ini.

watu walang

Adapun beberapa fasilitas yang tersedia di Pantai Slili cukup memadai. Ada sebuah penginapan bernama Slili Indah yang dapat menjadi tempat istirahat. Selain itu ada empat buah warung makan, dan beberapa fasilitas toilet dan mushola yang memadai.

Hanya saja dibalik indahnya alam Slili, banyak yang belum mengenalnya. Banyak yang belum menginjakkan kaki-kakinya di sini ataupun hanya sekedar memasukkannya dalam daftar tempat wisata favorit. Akses transportasi menjadi salah satau penyebabnya. Tak ada angkutan umum yang secara khusus dapat mengantarkan para wisatawan ke Pantai Slili.

 pantai slili

Masyarakat dan tradisinya

Para penduduk di sekitar Pantai Slili hanya terdiri dari 12 kepala keluarga. Sebagian besar dari mereka beraktifitas bertani sambil bernelayan. Pada musim penghujan mereka akan memaksimalkan profesi sebagai petani. Sedangkan apabila kemarau datang, mereka memaksimalkan profesi nelayan. Mereka memanfaatkan surutnya air laut untuk mencari rumput laut dan hasil-hasil laut seperti kerang, kepiting, dan berbagai jenis ikan laut. Pada saat sebelum datangnya musim penghujan setahun sekali, tepatnya pada Minggu Pahing mereka mengadakan upacara bersih laut. Tujuannya adalah utuk meminta keselamatan dan kesejahteraan, serta rasa syukurnya atas segala nikmat yang diberikan Sang Pencipta.

Biasanya mereka akan menyiapkan sajian berupa sejenis nasi tummpeng beserta lauk, buah-buahan, ayam jago dan lendang hijau dalam tampah-tampah. Kemudian mereka datang ke laut, menaikkan makanan-makanan itu pada kapal untuk dihanyutkan di tengah laut.

laut pantai

Related Post

Leave a reply