Pantai Parangtritis Yogyakarta

Delman Parangtritis

Nama Parangtritis ketika disebutkan akan langsung terbayang kawasan Yogyakarta. Pantai Parangtritis bisa dianggap sebagai kepalanya pantai diantara sekitar 30 pantai di Yogyakarta. Ketenaran Parangtritis telah menyebar hingga ke nusantara dan seringkali menjadi salah satu tujuan utama wisatawan.

  • Asal usul Parangtritis

Nama Parangtritis berasal dari dua kata yaitu parang, berarti batu karang dan tritis yang dalam bahasa Jawa dikenal tumaritis artinya sesuatu yang menetes. Jadi Parangtritis berarti batu karang yang ditetesi air. Asal nama Parangtritis berawal ketika pada suatu hari ada seorang bernama Dipokusumo, seorang pelarian dari Kerajaan Majapahit datang ke pantai yang belum bernama tersebut. Di tempat itu dia bersemedi dan menyendiri, mencari ketenangan jiwa dan pikiran. Pada saat demikian ia melihat tetes-tetes air jatuh menetesi batu karang di bawahnya. Melihat pemandangan indah itu, tempat itu dinamakan Parangtritis.

  • Letak

Pantai Parangtritis terletak di Desa Parangtritis Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Letaknya berjarak 27 km dari pusat Kota Yogyakarta. untuk mencapai pantai ini, wisatawan dengan mudah dapat menempuhnya menggunakan berbagai alat transportasi seperti motor, sepeda, mobil bahkan transportasi umum sebagai bis. Tak sulit, karena rute jalan hanya lurus dari arah utara sampai ke arah tepi selatan Yogyakarta, dengan jalan halus dan tidak menanjak. Jika masih bingung, tak usah khawatir karena di sepanjang jalan banyak papan penunjuk jalan menuju Pantai Parangtritis.

  • Keindahan dan Kenyamanan Pantai Parangtritis

Keunikan pantai Parangtritis dapat dilihat dari segi keindahan fisik dan juga segi mitos yang hanya dapat dirasakan oleh kepercayaan masing-masing orang.

gumuk pasir parangtritis

Memandang keindahan fisik pantai Parangtritis tak akan membuat wisatawan kecewa atau kapok, justru dapat membuat keterpikatan dan berefek ketagihan. Keindahan pertama dapat dilihat dari gundukan pasir yang mengelompok menyambut kaki-kaki lembut wisatawan ketika mulai tiba di pantai Parangtritis. Gundukan pasir yang dikenal dengan gumuk pasir ini merupakan efek terpaan angin dari arah barat, timur dan selatan Parangtritis. Menyelingi beberapa jajaran gumuk pasir, wisatawan juga dapat menemukan beberapa batu karang berukuran besar di tepi pantai. Karang-karang ini biasanya dijadikan para wisatawan untuk berfoto atau sekedar duduk bersantai.

Karang Pantai Parangtritis

Melangkah pada pantai Parangtritis, wisatawan akan melihat betapa luasnya Pantai Parangtritis membentang indah dengan bentuk yang landai. Pemandangan luas, tanpa aling-aling pepohonan, bangunan atau para kapal-kapal nelayan ini membuat wisatawan menjadi fresh dan menghilangkan kepenatan diri. Ditengah keasyikan menikmati pantai, seringkali terlihat beberapa delman sewaan siap mengantarkan wisatawan menikmati luasnya Pantai Parangtritis. Memandang keindahan Parangtritis tak lengkap jika melewatkan sunset menawan ketika sore hari menjelang malam. Dari semua tempat di Parangtritis wisatawan akan melihat sunset memancar terang, seakan menyampaikan salam perpisahan pada siang.

Selanjutnya, mari alihkan pandangan ke sebelah timur Pantai Parangtritis. Di sana terlihat bongkahan batu membentuk bukit berdiri kokoh menghadap Pantai. Seakan-akan selalu siap siaga menjaga keamanan wilayah Parangtritis. Benar, bukit yang bernama Parangendog ini melindungi wilayah belakang Pantai Parangtritis dari guncangan ombak tinggi di Parangtritis. Jika ada tsunami, ombak akan mengenai bukit dan berbalik ke arah pantai, sehingga keselamatan warga di Parangtritis dan Bantul terlindungi.

Pantai Parangtritis

Ketika lelah menyapa, para wisatawan dapat beristirahat sejenak, menikmati makanan yang dijual para pedagang di kawasan pantai. Wisatawan juga dapat mengistirahatkan badan di beberapa penginapan yang banyak tersedia dengan dilengkapi tempat parkir luas, aman dan nyaman. Selain itu masih banyak fasilitas lain yang tersedia, seperti kamar mandi dan mushola. Hanya dengan membayar tiket sebesar Rp. 7.000 tiap satu sepeda motor, wisatawan sudah dapat masuk wilayah pantai Parangtritis sepuasnya.

  • Mitos Pantai Parangtritis

Selanjutnya mari menengok mitos yang sudah lama melekat di Pantai Parangtritis. Menurut cerita, dahulu kala Panembahan Senopati, generasi kedua Pendiri Kejaan Mataram kedua datang ke pantai ini untuk bersemedi. Sang Pangeran menyendiri untuk mengumpulkan kekuatan sebelum melakukan gerakan militer melawan kerajaan utara. Pada suatu hari datanglah seorang wanita cantik dari alam ghaib yang dikenal dengan Ratu Roro Kidul menghampiri Panembahan Senopati. Singkat cerita, mereka kemudian melakukan perjanjian abadi. Ratu Roro Kidul berjanji akan selalu membantu Panembahan Senopati beserta anak turunnya dalam menangani persoalan-persoalan kerajaan. Tak heran jika dalam beberapa waktu yang ditentukan sering disediakan sesajian di pantai Roro Kidul.

Begitulah cerita yang diambil dari Babad Tanah Jawa dan buku Cerita Rakyat Yogyakarta. Hingga saat ini Pantai Parangtritis dipercaya sebagai kerajaan tempat bersinggahnya Ratu Selatan (Ratu Roro Kidul). Dan juga sebagai gerbang antara alam nyata dan alam ghaibnya Yogyakarta.

Namun sebagai layaknya manusia biasa, alangkah indahnya ketika wisatawan hanya menikmati keindahan fisik Pantai Parangtritis, menjadi wisatawan yang baik dan mengacuhkan hal-hal yang tidak perlu diketahui.

 

 

 

laut pantai

Related Post

Leave a reply