Pantai Sadeng Yogyakarta

pantai sadeng 2

  • Letak Pantai Sadeng

Pantai Sadeng termasuk dalam salah satu jajaran pantai menarik di Yogyakarta. Terletak di Desa Songbayu dan Puncung, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunung Kidul, ia menjadi pantai paling timur di Yogyakarta. Untuk mencapainya butuh waktu sekitar 2 jam dari pusat Kota Yogyakarta. Meski begitu, akses jalan ke pantai ini tak begitu sulit, karena banyak kendaraan umum yang dapat mengantarkan pengunjung.

  • Sejarah Pantai Sadeng

Pantai Sadeng pada awalnya bersambung dengan aliran sungai Bengawan Solo. Namun, sekitar empat juta tahun yang lalu lempengan Australia membentur bagian bawah pulau Jawa, sehingga daratan pulau pun terangkat pelahan-lahan. Sehingga aliran Bengawan Solo dan Pantai Sadeng terpisah. Aliran sungai mengalir ke bagian utara Pulau Jawa, sedangkan Pantai Sadeng kering tanpa aliran sungai. Ia menjadi daerah pantai yang melekat di Gunung Kidul. Oleh karenanya Pantai Sadeng Yogyakarta disebut juga sebagai bekas aliran Bengawan Solo purba.

sejarah pantai sadeng

Adapun sejarah nama Pantai Sadeng berasal dari kata Bahasa Jawa sedeng yang artinya ‘muat’ atau ‘cukup’. Cerita berawal ketika puluhan tahun lalu Pantai Sadeng telah menjadi pelabuhan bagi masyarakat Gunung Kidul. Di sana mereka mendulang rezeki lewat kekayaan hasil laut, dengan menyandang profesi nelayan. Namun, di balik kebanggaan mereka, tersimpan sebuah mitos berhubungan dengan Ratu Selatan, dan kepercayaan bahwa Pantai Sadeng termasuk pantai wingit atau keramat angker. Selanjutnya muncul larangan melaut dan mencari ikan di Pantai Sadeng. Para nelayan pun mengganti profesinya menjadi petani palawija di desa.

Hingga pada tahun 1983 datang serombongan nelayan dari Gombong, Jawa Tengah. Mereka datang ke Pantai Sadeng Yogyakarta karena mereka tahu bahwa pantai itu punya potensi besar dalam bidang perikanan. Mereka pun mulai melaut dan memanfaatkan peluang yang ada. Mereka berusaha melaut di tengah derasnya ombak dan juga berusaha membuktikan bahwa mitos yang sangat kuat beredar saat itu tidak benar. Mereka pun mengkoarkan kata sadeng sedeng, yang artinya bagi yang mau melaut dan bertempat di pantai itu maka akan diterima dan dapat bertahan hidup.

Perjuangan mereka pun menuai hasil yang besar. Warga perlahan-lahan pun mengikuti jejak mereka dan mencoba menghapus mitos itu. Hingga akhirnya hingga kini Pantai Sadeng menjadi pelabuhan terbesar di Yogyakarta. Menyumbang pemasukan besar bagi Gunung Kidul dan Yogyakarta.

perahu pantai sadeng

  • Perkembangan Pantai Sadeng Yogyakarta

Semenjak dibukanya kembali Pantai Sadeng sebagai pelabuhan, beberapa inisiatif telah dilakukan masyarakat. Diantaranya pada tahun 1986 dibangun pelelangan ikan. Pada tahun yang sama juga didirikan sebuah mercusuar, yang tujuannya untuk membantu para nelayan menemukan jalan pulang ketika kesibukannya melaut di tengah para ombak yang kencang menggulung, yang terkadang menyilaukan pandangan. Kemudian pada tahun 1989 dibangun sebuah koperasi untuk mendukung transaksi perikanan. Hingga tahun 1995 berdiri sebuah kantor khusus mengurusi hasil tangkapan ikan, ditambah beberapa petak kamar yang dikotrakkan kepada para nelayan.

menara pantai sadeng

Hingga kini Pantai Sadeng Yogyakarta telah mengalami banyak perkembangan. Menjadi saksi hilir mudik para nelayan menebar jaring, merangkai alur kehidupan. Beriringan dengan para wisatawan yang tak mau kalah ikut menyaksikan jejak-jejak para nelayan. Sambil menikmati keeksotisan alam Pantai Sadeng. Jernih, bersih dan menarik. Alamnya yang hijau dan pemecah-pemecah ombak yang terpampang di tepi-tepi pantai.

Related Post

Leave a reply