Museum Tani Jawa Jogja

 

Museum Tani Jogja

Telah jelas diketahui bahwa Negara Indonesia adalah negara agraris yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani. Hal itu dikarenakan kecocokan tanahnya dan juga budaya tani itu sendiri yang sudah dicintai oleh masyarakat. Sebagai pendukung pertanian, inisiatif mendirikan museum-museum tani telah dilakukan di beberapa tempat, salah satunya Museum Tani Jawa yang berada di Yogyakarta.

Museum Tani Jawa Jogja merupakan museum yang dibangun dengan tujuan melestarikan budaya-budaya yang berhubungan dengan pertanian. Harapannya agar generasi masa depan dapat menghargai pentingnya pertanian dalam menunjang kemajuan bangsa, sehingga mereka dapat mencintai pertanian Indonesia.

museum tani jogja 2

  • Sejarah

Museum Tani Jawa Jogja berdiri pada tahun Tahun 2005 dirintis oleh Kristya Bintara selaku Kepala Desa Kebonagung. Museum ini didirikan atas dasar kegelisahan Kristya Bintara yang melihat warganya hanya bersandar pada pertanian di ladang, yang terkadang mengalami kerugian karena permainan harga pasar. Awalnya museum bertempat di rumah joglo milik Subandi warga Dukuh Kanten. Namun tahun 2006 gempa telah meluluhlantahkan museum berikut isinya. Museum kemudian dibangun kembali tahun 2007 dipindah ke lokasi tanah Purwo Wiyono (Ki Condro), sesepuh di Candran. Semenjak itulah Museum Tani Jawa Jogja dikenal masyarakat luas dan dapat mendukung perekonomian Desa Kebonagung.

  • Akses

Museum Tani Jawa Jogja terletak di Candran, Desa Kebonagung, Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta dan berjarak 21 km ke arah selatan dari pusat Kota Yogyakarta. Untuk mencapai lokasi museum para wisatawan sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi, karena tidak ada akses kendaraan umum.

  • Sajian Museum

Memasuki Desa Kebonagung para wisatawan akan dimanjakan dengan terpesona keadaan alamnya yang hijau dan asri. Udara segar masih dapat terbang bebas menyejukkan aliran pernapasan. Tanah hijau membentang menyuguhkan eksotis pertanian masyarakat desa. Keramahan warga menyambut kunjungan-kunjungan tiap wisatawan, hingga mereka dapat menunjukkan keberadaan museum jika adanya kebingungan wisatawan.

Museum tani jogja 5

Setelah berjalan beberapa meter, para wisatawan akan menemukan sebuah rumah joglo, tradisional yang muka depannya tertulis “Museum Tani Jawa Indonesia”. Memasuki museum wisatawan akan menemukan koleksi dalam bidang pertanian, diantaranya: koleksi benih-benih padi, memedi sawah, alat pertanian, alat dapur, dokumentasi yang berupa artikel dari berbagai macam koran serta foto-foto kegiatan yang pernah diikuti oleh museum tani. Ada juga barang-barang pertanian peninggalan Mataram Kuno, seperti: lesung, lumping, sabit, bajak, garu, grobak, gosrok, gentong, keranjang, wajan, cowek, ani-ani, caping, dan cangkul. Wisatawan juga dapat menemukan boneka Nini Thowong.

Nini Thowong adalah boneka hantu sawah yang merupakan budaya khas kebanggaan masyarakat Desa Kebonagung. Cerita berawal ketika pada zaman dulu masyarakat Desa Kebonagung merasa lelah setelah bekerja di sawah merasa membutuhkan hiburan. Kemudian salah satu sesepuh memerintahkan untuk membuat boneka hantu sawah sebagai hiburan. Boneka itu pun dinamakan Nini Thowong. Boneka itu diberi baju dan dirias lengkap bagaikan seorang wanita. Kemudian pada saat pertunjukan anehnya ia dapat menari sendiri setelah dimasuki roh dan menghibur masyarakat. Begitulah sejarahnya, dan saat ini keadaan Nini Thowong sudah berbeda dan hanya dimainkan jika ada panggilan dari warga.

museum tani jogja 4

Selain melihat Nini Thowong, para wisatawan juga dapat menyaksikan acara-acara lain yang sering diadakan oleh pengelola museum, diantaranya: pentas seni tradisional dan budaya, festival memedi sawah (hantu sawah) dan pameran hasil pangan, festival ngliwet, dan festival Nandur. Acara-acara tersebut sarat akan nilai-nilai budaya yang diadakan untuk mengasah kreativitas peserta dalam ilmu pertanian. Untuk menyaksikan semua panorama tersebut, wisatawan dapat berkunjung ke museum kapanpun, karena ia dibuka setiap hari Senin hingga Minggu pukul 08.00 – 15.00 WIB.

Related Post

Leave a reply