Underpass Jombor akan Gunakan CCTV

Underpass Jombor akan Gunakan CCTV

Untuk menghindari vandalisme dan tindak kejahatan lain, pemerintah akan memasang kamera CCTV di Underpass Jombor.

 

“Kami akan pasang CCTV, di-website link ke pos polisi terdekat di pojokan itu,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Nutrient (PUP-ESDM) DIY Rani Sjamjinarsi, pekan lalu.

 

Kamera CCTV akan dipantau terus oleh petugas di pos polisi terdekat, di pojok simpang Jombor. Sehingga, aksi-aksi kejahatan bisa segera ditangani kepolisian. “24 Jam,” tegasnya.

 

Rencananya, pengadaan CCTV akan dibiayai pos anggaran Satker Perencana dan Pelaksana Jalan Nasional (P2JN) Wilayah DIY pada APBN Perubahan 2015. “Tak lama lagi. Kami sudah sepakat dengan Satker (akan pasang CCTV),” ungkapnya.

 

Birokrat wanita itu mengaku kesal, belum lama diresmikan, dinding underpass Jombor sudah jadi korban vandalisme. Padahal, itu satu-satunya infrastruktur jalan yang dipenuhi ornamen estetis. “Mangkel. Sakit hati banget! ” keluh Rani lagi-lagi.

 

Setelah menerima laporan perusakan underpass, pertengahan Januari lalu, Rani sudah memerintahkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek underpass Jombor untuk menyurati Kapolres Sleman. Isinya agar kepolisian meningkatkan pengawasan.

 

“Saya juga pernah bilang ke Wakapolda DIY, saya titip betul. Itukan (underpass Jombor) infrastruktur pertama yang kami buat indah agar nuansa keistimewaannya terasa,” ungkapnya.

 

Anggota Komisi C DPRD DIY Chang Wendryanto mendukung rencana pemasangan CCTV. Namun, itu harus dibarengi dengan tindakan tegas. Setiap kali ada indikasi kejahatan yang terekam, petugas kepolisian harus segera turun tangan.

 

“Buat apa ada CCTV kalau hanya didiamkan,” kata Chang, Minggu (15/2/2015).

 

Itu selaras dengan permintaan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono By beberapa waktu lalu. Ia mendesak, pelaku vandalisme ditindak hukum.

 

Di samping itu, petugas sebaiknya melakukan operasi berkala di sekitar underpass. Hal itu diharapkan bisa mencegah oknum warga melakukan aksi kejahatan. “Masyarakat kita itu takutnya bukan pada hukum, tapi pada petugas,” terangnya.

Author: 
author

Related Post

Comments are closed.