Telah Di Luncurkan Film Pendek Borobudur

Thomas Stamfod Raff-les, Film Pendek Borobudur, Produksi Film Negara

Penemuan kembali Candi Borobudur oleh Thomas Stamfod Raff-les, tahun ini sudah masuk umur 200 tahun. Beragam usaha juga dikerjakan oleh PT Taman Wisata Candi untuk te-rus melindungi peninggalan bersejarah ini. Direktur Paling utama PT TWC Lailly Priha-tiningtyas berinisiatif bikin film berdurasi pendek. Film yang dipro-duksi berbarengan Perum Produksi Film Negara (PPFN) ini menghidangkan histori penemuan kembali Candi Borobudur.

“Format film pendek dengan ani-masi yang menceritakan penemuan kembali Candi Borobudur. Diangkat kembali dari pertama penemuan sampai perubahannya sampai sekarang ini, ” kata Tyas waktu didapati di Sheraton Mus-tika Jogjakarta, akhir minggu kemarin. Film berdurasi 15 menit ini dliuncur-kan waktu penutupan The 3rd Borobudur Writers and Cultural Festival 2014. Da-lam film ini digambarkan bahwa Can-di Borobudur awal mulanya tertutup semak belukar. Film ini juga diwujudkan dengan pe-mentasan Wayang Borobudur yang di buat Sujono

Wayang yang mengangkat kea-rifan lokal Borobudur ini diba-wakan oleh dalang asal Magelang Ki Agung Prasetya. Wanita kelahiran Jombang Jawa Timur Desember 1985 ini menjelaskan film bukan sekedar kembali kenang, namun juga mengetahui Borobudur lebih dalam. Terma-suk bagaimanakah nilai seni budaya bisa tumbuh di seputar Boro-budur. Sampai posisi utama candi bersejarah ini dalam ke-hidupan bangsa Indonesia.

“Candi Borobudur dikelilingi oleh seniman-seniman seni rupa, penari, wayang, serta yang lain. Kita juga angkat content lokal yang ada di seputar Borobudur. Wayang adalah kesenian yang dapat mempresentasikan histori Can-di Borobudur, ” katanya. Film ini juga masih tetap di nikmati dengan cara terbatas serta bukanlah untuk umum. Gagasannya film yang menggunakan dana Rp 500 juta itu bakal diikutkan dalam festival film pendek. Bukan sekedar di Indonesia, namun juga festival film diluar negeri.

Dengan mengikutkan ke arena festival juga adalah bentuk promosi. Terutama sebagian fes-tival film internasional seperti Busan International Film Festi-val di Korea, jadi tujuan keikutsertaan. “Bisa jadi arena promosi pariwisata, juga untuk Indone-sia. Diluar itu, harapannya film ini dapat juga jadi fasilitas edukasi untuk anak-anak. Ini ka-rena sumber narasi film ini di-ambil dari teks-teks histori yang ada, ” tandas Tyas.

Film Pendek Borobudur news Produksi Film Negara Thomas Stamfod Raff-les

Author: 
author

Related Post

Leave a reply