Hemas Berpesan, Desa Hati-hati Kelola Keuangan

ratu-hemas

GUNUNGKIDUL – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas meminta aparatur pemerintahan desa untuk menyiapkan diri dalam pengelolaan keuangan desa saat penerapan Undang-Undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa.

Pertanggungjawaban keuangan desa harus benar-benar akuntabel sehingga nantinya tidak tersandung kasus hukum.

“Harus hati-hati dan jangan salah sebab itu bisa berakibat fatal,” katanya akhir pekan lalu saat melakukan kunjungan kerja dan penyerapan aspirasi warga di Balai Desa Gedangrejo, Karangmojo.

Hemas mengungkapkan, berlakunya UU Desa pada 2015 mendatang secara otomatis akan berdampak besar terhadap pembangunan desa. Sebab, nantinya pemerintah pusat akan menggelontorkan dana cukup besar, bahkan mencapai miliaran rupiah.

Gelontoran dana yang cukup besar ini jika tidak dikelola dengan baik dapat berakibat fatal. Perangkat desa bisa terjerat kasus hukum. Untuk itu, seluruh aparat pemerintahan desa harus benar-benar bisa mengelola keuangan desa dan mempertanggungjawabkan penggunaan anggarannya.

“Di satu sisi, anggaran desa menjadi berkah. Namun di sisi yang lain, bisa menjadi musibah. Salah sedikit saja dalam pengelolaanya, bisa berujung ke penjara,” ungkap Hemas.

Anggaran bagi pemerintah desa ini menurut Hemas besarannya tidak sama. Antara satu desa dengan desa yang lain berbeda sesuai dengan indikator yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Kisaran dana yang gelontorkan oleh pemerintah pusat ke desa antara ratusan juta rupiah hingga milyaran.

“Sebagai contoh, di wilayah Sleman bisa mendapatkan bantuan hingga Rp 3 miliar. Sementara di Gunungkidul ada yang mendapatkan kurang dari Rp 1 miliar,” ucapnya.

Sumber : Tribunjogja

gunungkidul hemas news

Author: 
    author
    JogjaLand

    Related Post

    Comments are closed.