Eksotisme Jalur Pendakian Gunung Merapi yang Menantang

Eksotisme Jalur Pendakian Gunung Merapi yang Menantang

Eksotisme Jalur Pendakian Gunung Merapi yang Menantang – merapi.bgl.esdm.go.id

Eksotisme Jalur Pendakian Gunung Merapi yang Menantang

Jika Anda benar-benar menyukai tantangan dan senang dengan pemandangan alam yang eksotis, ada baiknya Anda mencoba untuk melakukan pendakian Gunung Merapi. Gunung Merapi merupakan gunung teraktif di dunia yang terletak diantara provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta.

 

Gunung Merapi diketahui memiliki durasi erupsi 2 hingga 7 tahun sekali. Jadi, sungguh kesempatan yang berharga apabila Anda dapat mencapai puncak Merapi dan melihat secara langsung bagaimana aktivitas di kawah Gunung teraktif di dunia tersebut.

 

Cantiknya Jalur Pendakian Gunung Merapi via Jalur Selo

Pada awalnya, untuk mencapai puncak, ada tiga jalur pendakian Gunung Merapi yang bisa dilewati yaitu Jalur Selo, Babadan dan Kinahrejo Selatan. Akan tetapi, saat ini hanya ada satu jalur yang dibuka untuk pendakian yakni Jalur Selo karena dampak dari aktivitas Gunung Merapi pada tahun 2010. Selain itu, jalur Kinahrejo dan Babadan juga memiliki medan yang terlalu curam sehingga lebih berbahaya danberisiko meskipun memang pemandangan via kedua jalur ini lebih cantik dan eksotis.

 

Untuk memulai perjalanan ke puncak melalui jalur Selo, Anda perlu menuju desa Selo di Kabupaten Boyolali. Desa Selo merupakan desa yang paling dekat dengan puncak Gunung dahulu dijaga oleh Mbah Maridjan ini. Selama perjalanan menuju puncak gunung, Anda akan disuguhi pemandangan yang cantik oleh alam.

 

Perjalanan awal dimulai dari basecamp New Selo. Disana, Anda akan mendapatkan pemandangan berbagai macam pohon besar dengan nuansa asri yang jarang dapat Anda lihat di kawasan kota. Tak hanya itu, banyak pula hewan-hewan eksotis yang masih hidup dengan bebas disana. Jika Anda telah sampai di basecamp, ada baiknya Anda memeriksa ulang perbekalan Anda dan menyiapkan air. Hal ini karena sulitnya mata air yang dapat ditemui hingga perjalanan sampai di puncak.

 

Eksotisme Jalur Pendakian Gunung Merapi

Eksotisme Jalur Pendakian Gunung Merapi

Rangkaian Pos dalam Pendakian Gunung Merapi

Setelah sampai di basecamp yang terletak di desa Selo Kabupaten Boyolali, Anda akan memulai perjalanan dengan berjalan kaki untuk mencapai pos-pos pendakian Gunung Merapi. Pos pertama yang akan Anda temui adalah gerbang taman nasional Gunung Merapi. Pada pos ini, perjalanan Anda masih akan ditemani oleh rindangnya pepohonan dan udara yang sejuk. Untuk mencapai pos pertama tersebut, Anda membutuhkan waktu sekitar 45 menit dari basecamp di desa Selo.

 

Perjalanan kemudian berlanjut menuju pos kedua dengan memakan waktu kurang lebih satu jam. Berhasil melewati pos kedua, Anda akan memasuki wilayah Watu Gajah.Pada lokasi tersebut, perjalanan Anda tak lagi akan ditemani pepohonan besar nan rindang. Sebaliknya, Anda akan menemui jalan bebatuan dan kerikil yang cukup licin pada pemberhentian ketiga jalur pendakian Gunung Merapiini.

 

Pemberhentian selanjutnya adalah Pasar Bubrah. Dari Watu Gajah ke Pasar Bubrah, Anda akan memerlukan waktu kurang lebih selama 30 menit. Di lokasi pemberhentian keempat ini, Anda bisa mendirikan tenda untuk beristirahat. Akan tetapi, pastikan Anda memilih lahan yang cukup datar sehingga membuat istirahat lebih nyaman. Lokasi yang terletak hanya 600 meter dari puncak Gunung Merapi ini akan menyuguhkan Anda pemandangan kegagahan sang Merapi.

 

Perjalanan tentunya belum berakhir di Pasar Bubrah ya. Anda harus menempuh perjalananpendakian Gunung Merapi selama satu jam lagi untuk dapat mencapai puncak Gunung Merapi melalui jalur pendakian via New Selo ini. Pada track menuju puncak, Anda harus lebih berhati-hati karena jalur tersebut dipenuhi pasir dan bebatuan. Namun, sebaiknya Anda tidak menyerah karena sesampainya di puncak, Anda akan dimanjakan dengan pemandangan Pulau Jawa dari ketinggian ± 2980 mdpl dan menikmati sensasi menakjubkan dari suara gemuruh kawah Gunung Merapi.

gunung merapi obyek wisata Pendakian Gunung Merapi Wisata Alam

Author: 
    author
    JogjaLand

    Related Post

    Comments are closed.