Banyak Naskah Jawa Ada Diluar Negeri

Bedhah Keraton,  Gedung Pacarikan, Naskah Jawa

Kehadiran Rafles yang cuma sebentar di Indonesia (1811-1816), dapat membawa pergantian yang cukup besar untuk kehidupan orang-orang Indonesia, terutama Yogyakarta. Salah satu sepak terjang Rafles di Yogyakarta yang sampai sekarang ini dirasa efeknya oleh orang-orang Yogyakarta yaitu Bedhah Keraton Yogyakarta pada 20 Juni 1982.

Bedhah Keraton itu menyebabkan hilangnya seluruhnya babad serta naskah dari Gedung Pacarikan yang lalu diberikan pada petinggi serta perwira tinggi Inggris serta di boyong ke Inggris paska 1816.

Hal itu di sampaikan Peter Carey seseorang pengamat sejarah Inggris dalam seminar Khasanah Arsip Yogyakarta Di Saat Thomas Stamford Raffles yang diselenggarakan oleh Badan Perpustakaan serta Arsip Daerah (BPAD) DIY di Hotel Inna Garuda Yogyakarta, Kamis (20/11/2014).

Menurut sejerawan yang sudah 40 tahun mempelajari histori Jawa itu, efek dari hilangnya pusaka sastra dari keraton Yogykarta itu juga dirasa oleh Pangeran Diponegoro.
Dijelesakannya, lantaran kehilangan pusaka sastra itu pengeran Diponegoro terasa seperti waktu bangun keraton baru di lokasi Beligo Magelang yang perlu mengawali satu hal dari pertama kembali.

Disamping itu, juga ada dalam seminar itu Lead Curator Southeast Asia British Library, Annabel The Gallop. Dia mengatakan, British Library mempunyai seputar 10 ribu buku serta 500 naskah yang datang dari Indonesia. Dari jumlah itu ada 250 naskah Jawa.

“Beberapa saat yang lantas, waktu rombongan BPAD DIY datang ke British Library mereka mengungkap kegembiraanya lantaran  Naskah Jawa yang datang dari Yogyakarta terbangun serta tertangani yang baik. Terkecuali menjaga  Naskah Jawa, kami juga lakukan digitalisasi pada arsip yang ada. Namun lantaran terbatasnya biaya, baru sedikit  Naskah Jawa yang kami digitalisasikan, ” ungkap Annabel.

sumber : tribunjogja

Bedhah Keraton Gedung Pacarikan Naskah Jawa news

Author: 
author

Related Post

Leave a reply