Ayo Lur, Liat Festival Layang-layang di Pantai Glagah

festival layang-layang pantai glagah

Geliat pariwisata di Kulonprogo terus terpacu dengan digelarnya berbagai event. Salah satu event yang siap digelar yakni Festival Layang-layang di kawasan Pantai Glagah berskala nasional pada 11-12 Oktober mendatang.

Kabid Pemasaran Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dinbudparpora) Kulonprogo Hudi Priyanti mengatakan, festival tersebut merupakan event tahunan yang diselenggarakan pemerintah DIY bekerja sama dengan pemerintah Kulonprogo.

“Sudah sekitar sepuluh tahunan, event ini digelar. Seperti tahun-tahun sebelumnya, ratusan pelayang akan berkumpul di Pantai Glagah menampilkan berbagai jenis layang-layang,” ujar Hudi saat ditemui di kantornya, Kamis (26/9/2014).

Hudi menambahkan festival tersebut tidak hanya menampilkan berbagai kreasi layang-layang. Dalam festival tersebut juga akan dilaksanakan perlombaan layang-layang dengan beberapa kategori. Menurut Hudi, kategori yang dilombakan masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Kurang lebih kategori lomba masih sama. Seperti kategori layang-layang tradisional, layang-layang dua dimensi, layang-layang tiga dimensi, Rokaku Challenge dan Train,” jelas Hudi.

Lebih lanjut Hudi menandaskan, event terebut diharapkan dapat menarik banyak orang untuk datang ke Pantai Glagah. Ditargetkan dengan adanya festival tersebut jumlah kunjungan wisata ke pantai itu dapat terdongkrak.

“Kami harap dari penyelenggaraan event tersebut dapat menarik wisatawan lebih banyak dari hari biasanya. Tentunya dengan begitu pariwisata Kulonprogo juga dapat lebih dikenal,” imbuh Hudi.

Panitia Festival Layang-layang Bidang Eksibisi Setyo Aji menambahkan, konsep festival yang diselenggarakan nanti akan menampilkan lomba eksibisi layang-layang berukuran besar. Tentunya, lanjut dia, festival tahun ini akan dapat menarik perhatian pengunjung wisata Pantai Glagah dan masyarakat sekitar.

“Kami juga telah kirimkan undangan ke sejumlah komunitas layang-layang di seluruh Indonesia. Ada kurang lebih 36 undangan yang sudah disebar, dan yang sudah konfirmasi ada sekitar 25 komunitas,” ungkap anggota Perhimpunan Pekarya Layang-layang Indonesia (Perkali) Jogja itu.

Selain itu, kata Aji, salah satu kegiatan yang membedakan dengan festival sebelumnya adalah diselenggarakannya workshop layang-layang untuk anak usia taman kanak-kanak hingga sekolah dasar. Peserta workshop terbuka untuk umum, baik untuk anak-anak di sekitar kawasan Glagah maupun pengunjung.

“Target peserta kurang lebih 200 peserta. Workshop tersebut akan mengajak anak-anak untuk merangkai hingga menerbangkan layang-layang. Kegiatan itu juga bertujuan untuk mengenalkan layang-layang sebagai permainan bagi mereka,” papar Aji.

Sumber : harianjogja.com

Lokasi:

news

Author: 
    author
    JogjaLand

    Related Post

    Leave a reply