Tanah di Berbah Mengeluarkan Asap Panas

damkar_semprot_semburan-panas-di-berbah

SLEMAN - Munculnya asap panas dari dalam gundukan di Dusun Kranggan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Minggu (2/11/2014) malam ternyata berasal dari sisa batubara yang belum terbakar sempurna.

Pemilik lahan, Ja’far Shodiq (40) warga setempat mengatakan gundukan material tersebut merupakan abu sisa pembakaran batubara dari salah satu pabrik di Bantul. Sejatinya, material sisa pembakaran itu akan dimanfaatkan sebagai bahan baku batako oleh warga namun belum terealisasi.

“Timbunan material ini sudah ada sejak 2010 dan tidak terjadi apa-apa selama ini. Saya juga kaget kenapa bisa muncul asap panas seperti itu,” paparnya kepada tribunjogja.com, Senin (3/11/2014).

Menurutnya, total ada 150 rit material yang tertumpuk di lahannya. Saat membeli material itu, tidak ada yang aneh dari material tersebut. Wujudnya pun seperti abu sisa pembakaran pada umumnya.

“Waktu dibeli ya sudah jadi abu dan tidak panas. Tidak ada yang aneh. Saat ini memang belum digarap jadi batako karena belum ada tenaganya,” ungkap Ja’far.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Julisetiono Dwi Wasito, mengatakan dari hasil analisis sementara di lapangan, kejadian tersebut bukan merupakan fenomena alam. Hal ini terlihat dari material gundukan yang menjadi titik munculnya asap panas merupakan abu sisa pembakaran batubara.

“Kemungkinan karena ada material batubara yang belum terbakar sempurna dan setelah sekian lama terkena panas matahari hingga berubah menjadi sekam,” kata dia.

Kendati demikian, pihaknya masih akan menunggu hasil penelitian lebih lanjut. “Masih menunggu penelitian kandungannya. Kami harap masyarakat tidak panik karena sudah tertangani,” tukasnya. (*)

Sumber : jogja.tribunnews.com

news

Author: 
    author
    JogjaLand

    Related Post

    Leave a reply