Saya Gak Pengen Motor yang Gimana-gimana, yang Penting Bisa Jalan

bripda-taufik_1501

SLEMAN – Kisah perjuangan Bripda Taufiq, seorang anggota polisi yang baru lulus pendidikan akhir tahun kemarin menyentuh banyak pihak. Tidak terkecuali Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau biasa dikenal dengan Ahok.

Melalui sambungan telepon, yang belakangan diketahui dari Polda Metro Jaya, Taufiq mendapat kabar rencananya Ahok akan menghubungi dirinya secara langsung melalui sambungan telepon.

“Ya siap ndan, maaf mohon diulangi, siap ndan,” ujar Taufiq saat berbicara dengan seseorang di telepon.

Setelah mendengar penjelasan dari penelpon, Taufiq mengatakan padawartawan bahwa yang menghubunginya dari Polda Metro. Penelpon tersebut memberitahu jika Ahok akan menelponnya.

Tak menunggu lama, ponsel miliknya kembali berdering, kali ini suara perempuan yang berada di seberang sambungan telepon. Adapun penelepon tersebut ternyata adalah staf dari Gubernur DKI bernama Ririn.

Dari suara ponsel dengan mode loudspeaker, semua orang dapat mendengar jelas suara staf Ahok yang bernama Ririn. Melalui Ririn, Ahok menyampaikan bahwa pihaknya akan memberikan satu unit sepeda motor kepada Bripda Taufik.

“Ini bener dengan Bribda M Taufiq, saya staf pak Ahok, Ririn. Ini pak Ahok mau membelikan motor, nanti silahkan pilih motor apa? mau belinya dimana? kita yang bayar,” kata Ririn lewat telpon yang diloudspeaker oleh Bripda Taufiq.

Mendengar itu Bripda Taufiq tak dapat berkata-kata. Dia tampak kebingungan lantas memberikan telepon tersebut kepada Wadir Sabhara
Polda DIY, AKBP Pri Hartono yang saat itu berada duduk di sampingnya. Dia memberikan ponsel tersebut untuk meminta bantuan kepada Wadir dalam memberikan keputusan.

Dalam kesempatan tersebut Wadir lantas mengatakan kepada Ririn bahwa pada dasarnya Bripda Taufiq mau menerima pemberian motor tersebut, namun karena terikat kedinasan, Bripda Taufiq bingung dan hendak berkonsultasi terlebih dahulu dengan atasannya Direktur Sabhara Polda DIY, Kompol Yulza S.

“Ibu Ririn, nanti saya akan komunikasikan, karena ini Taufiq bingung, dia baru masuk jadi belum tahu harus bertindak seperti apa,” jawab Pri Hartono.

Bingung

Saat ditanya ingin motor jenis apa, Bripda Taufiq tidak tahu jenis motor apa yang diinginkannya. Dia tampak masih bingung dan tidak
percaya dari apa yang dia dengar dari sambungan telepon.

“Nggak pengen yang gimana-gimana yang penting bisa jalan buat kerja, saya sudah berterimakasih sudah dibantu,” katanya singkat.

Bripda Taufik lantas bercerita bahwa sebelumnya ada salah seorang anggota polisi, yang bernama Kompol Dedi Murti Haryadi yang bertugas di Poso menelpon Bripda Taufiq. Dia bermaksud memberi kambing untuk dipelihara di kandang yang berada tak jauh dari rumah Bripda Taufiq.

“Saya kurang tahu jabatannya apa, tapi beliau mau memberi saya kambing,” ungkapnya.

Sumber : Tribunjogja

Author: 
    author
    JogjaLand

    Related Post

    Comments are closed.