Kampung Wisata Rejowinangun Gelar Prosesi Wiwit

panen-wiwit

BANTUL – Guna merayakan panen pertama di sawah yang terletak di Kampung Pilahan, Kelurahan Rejowinangun, masyarakat kampung tersebut menggelar acara Wiwit Pari. Wiwit Pari, bagi sebagian masyarakat Jawa dipercaya sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan panen.

Prosesi Wiwit Pari yang kemarin dilakukan oleh masyarakat di Kampung Pilahan dibagi menjadi dua bagian. Ritual pertama adalah pemotongan batang padi pertama yang dianggap paling baik kualitasnya oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta Imam Priyono dan didampingi oleh Kepala Staff Kodim 0734 Yogyakarta Mayor Infantri Suwarno.

Proses pemotongan pertama ini sekaligus jadi penanda bahwa proses panen bisa dilakukan.

Sementara ritual kedua adalah proses makan bersama. Ubo rampe yang telah disiapkan antara lain nasi tumpeng, lalap daun turi dan daun dadap serep, gereh, dan masih banyak lagi. Agus Budi Santoso selaku Ketua Kampung Wisata Rejowinangun mengatakan lauk-lauk tersebut dipilih karena bahannya memang tersedia di sekitar sawah.

“Apalagi makanan yang kami sajikan ini memang khas rakyat kecil. Kesederhanaan ini juga sebagai wujud rasa syukur kami,” kata Agus, Kamis (19/03/2015).

Upacara ini, lanjut Agus, direncanakan akan dilakukan secara rutin dua hingga tiga kali setahun disesuaikan dengan masa panen. Namun, sawah di Kampun Pilahan tersebut dikategorikan sebagai sawah tadah hujan.

Sehingga sistem perairannya sangat bergantung pada datangnya musim hujan. Jika sedang memasuki musim kemarau, maka lahannya dimanfaatkan untuk menanam tanaman lain yang tidak membutuhkan banyak air.

Tribunjogja

news

Author: 
    author
    JogjaLand

    Related Post

    Comments are closed.