Stasiun Lempuyangan (kode LPN, +114 m) adalah stasiun kereta api yang terletak di Kota Yogyakarta, berjarak sekitar 1 km di sebelah timur dari stasiun utama di kota ini, yaitu Stasiun Yogyakarta. Stasiun yang didirikan pada tanggal 2 Maret 1872 ini melayani pemberhentian semua KA ekonomi yang melintasi Yogyakarta. Stasiun Lempuyangan beserta dengan rel yang membujur dari barat ke timur merupakan perbatasan antara Kecamatan Gondokusuman di utara dan Danurejan di selatan.
Selain menjadi tempat naik dan turun penumpang, stasiun ini menyimpan cerita perkembangan perkeretaapian Yogyakarta sejak masa kolonial. Pengelolaannya juga terus mengalami penyesuaian mengikuti kebutuhan perjalanan masyarakat. Penataan kawasan bahkan berlangsung bertahap sepanjang 2026.

Sejarah Stasiun Lempuyangan dan Perkembangan Kereta Api Jogja
Stasiun Lempuyangan memiliki sejarah panjang dalam perkembangan transportasi Yogyakarta. Bangunan ini didirikan oleh perusahaan kereta api swasta Belanda, Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM). Perusahaan tersebut mengembangkan jaringan kereta untuk menghubungkan sejumlah wilayah di Jawa.
Data sejarah mencatat perbedaan antara tahun pembangunan, pengoperasian, dan peresmian stasiun. JogjaCagar mencatat stasiun mulai beroperasi pada 10 Juni 1872. Sementara itu, Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta menyebut peresmian berlangsung pada 2 Maret 1882. Kementerian Perhubungan juga mencatat tanggal 2 Maret 1872. Perbedaan catatan ini perlu diperhatikan saat membahas hari jadi stasiun.
Pada masa awal, jalur kereta memiliki peran penting untuk mengangkut hasil bumi dan barang perdagangan. Jalur Semarang, Surakarta, dan Yogyakarta menjadi bagian dari perkembangan jaringan tersebut. Setelah Stasiun Tugu dibuka pada 12 Mei 1887, fungsi pelayanan kereta di Yogyakarta semakin berkembang.
Bangunan Cagar Budaya dengan Jejak Kolonial
Stasiun ini berstatus bangunan cagar budaya berdasarkan catatan pemerintah daerah. Kompleks lamanya memiliki bangunan induk, hanggar, menara sinyal, gudang, serta sejumlah bangunan pendukung.
- Bangunan lama memperlihatkan karakter arsitektur kolonial yang masih bisa dikenali.
- Menara sinyal menjadi bagian dari fasilitas operasional perkeretaapian pada masa sebelumnya.
- Sejumlah bangunan mengalami perubahan dan penambahan mengikuti kebutuhan stasiun.
- Status cagar budaya membuat nilai sejarah kawasan tetap menjadi perhatian dalam penataan.
Lokasi Stasiun Lempuyangan dan Akses Menuju Kawasan
Lokasi stasiun berada di Jalan Lempuyangan Nomor 1, Kelurahan Bausasran, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta. Kawasan ini berada di bagian timur pusat kota. Letaknya juga relatif dekat dengan Stasiun Yogyakarta atau Stasiun Tugu.
Jarak kedua stasiun sering disebut sekitar 1 kilometer. Meski begitu, waktu perjalanan antarlokasi bergantung pada kondisi lalu lintas dan pilihan transportasi. Pengguna kendaraan bisa melewati jalan perkotaan yang cukup ramai, terutama ketika aktivitas keberangkatan dan kedatangan kereta meningkat.
Kawasan sekitar stasiun memiliki aktivitas masyarakat yang beragam. Kendaraan penjemput, pengemudi ojek, pedagang, dan pengguna jalan umum berbagi ruang di sekitar akses masuk. Kondisi ini membuat pengaturan lalu lintas menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan kawasan.
Pada September 2026, Harian Jogja melaporkan pembangunan jalan baru dan penataan akses kendaraan. Jalan yang sudah digunakan diarahkan untuk mendukung aktivitas penumpang, termasuk naik dan turun kendaraan. Sementara itu, jalan baru disiapkan untuk memisahkan arus masyarakat umum.
Apa Perbedaan Stasiun Lempuyangan dan Stasiun Tugu?
Stasiun Lempuyangan lebih dikenal melayani KRL dan sejumlah kereta jarak jauh, sedangkan Stasiun Tugu menjadi stasiun utama Yogyakarta.
- Lempuyangan berada di kawasan Danurejan, sedangkan Stasiun Tugu berada di sisi barat pusat kota.
- Keduanya melayani jenis perjalanan kereta yang berbeda sesuai jadwal dan operasional.
- Stasiun Tugu memiliki layanan kereta bandara, sementara Lempuyangan melayani KRL Yogyakarta-Solo.
- Pastikan nama stasiun pada tiket sesuai tujuan keberangkatan agar tidak salah lokasi.
Layanan Kereta di Stasiun Lempuyangan untuk Perjalanan Antarkota
Stasiun ini melayani berbagai perjalanan kereta api jarak jauh dan KRL Commuter Line. Layanan kereta jarak jauh didominasi perjalanan kelas ekonomi, termasuk beberapa kereta dengan tujuan kota di Pulau Jawa. Penumpang bisa menggunakan stasiun ini untuk perjalanan menuju wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Jakarta.
KRL Yogyakarta-Solo juga menjadi bagian penting dari aktivitas harian stasiun. Layanan komuter ini menghubungkan sejumlah stasiun di wilayah Yogyakarta dan Solo Raya. Penggunanya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pekerja, mahasiswa, hingga masyarakat yang bepergian untuk urusan keluarga.
Pada jam sibuk, aktivitas penumpang biasanya meningkat ketika kereta tiba atau akan berangkat. Penumpang KRL yang keluar dari peron juga dapat berpapasan dengan calon penumpang yang sedang mengantre masuk. Penelitian Politeknik Transportasi Darat Indonesia pada 2024 mencatat kondisi antrean pintu masuk dan keluar KRL di stasiun ini.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum berangkat meliputi:
- Periksa nama kereta dan kode stasiun pada tiket perjalanan.
- Sesuaikan waktu kedatangan dengan jadwal keberangkatan yang berlaku.
- Perhatikan informasi jalur dan peron melalui papan pengumuman stasiun.
- Siapkan kartu atau metode pembayaran sesuai ketentuan layanan KRL.
Jadwal dan layanan kereta dapat berubah mengikuti kebijakan operasional. Informasi keberangkatan terbaru perlu diperiksa melalui kanal resmi KAI atau KAI Commuter.

Fasilitas Stasiun Lempuyangan untuk Kenyamanan Penumpang
Fasilitas stasiun mendukung kebutuhan penumpang selama menunggu maupun sebelum melakukan perjalanan. Area pelayanan mencakup ruang tunggu, jalur keberangkatan, jalur kedatangan, serta fasilitas pemeriksaan tiket. Penumpang juga membutuhkan informasi yang jelas agar tidak salah memasuki area pelayanan.
Penelitian PTDI-STTD tahun 2024 mendokumentasikan penggunaan lima pintu atau gate untuk layanan KRL. Pengaturan pintu masuk dan keluar dapat berubah mengikuti kondisi kedatangan kereta. Penelitian itu juga mencatat antrean yang mencapai sekitar 20 meter ketika aktivitas penumpang meningkat. Artinya, calon penumpang perlu menyediakan waktu tambahan ketika bepergian pada jam ramai.
Informasi fasilitas seperti toilet, musala, ruang tunggu, dan area parkir tersedia dalam sejumlah publikasi layanan perjalanan. Namun, daftar fasilitas lengkap beserta kondisi operasional terkini tidak ditemukan pada halaman resmi stasiun yang berhasil ditelusuri. Sebaiknya periksa langsung informasi di lokasi jika membutuhkan fasilitas tertentu.
Hal lain yang perlu diperhatikan berkaitan dengan fasilitas pelayanan adalah:
- Gunakan papan informasi untuk mengetahui perubahan jalur keberangkatan.
- Ikuti arahan petugas ketika terjadi penumpukan penumpang.
- Perhatikan barang bawaan selama berada di ruang tunggu dan peron.
- Datang lebih awal jika membawa anak kecil atau lansia.
Sementara itu, KAI Services pada November 2025 melaporkan penyediaan fasilitas parkir lintas KRL Yogyakarta-Solo. Kapasitas keseluruhan mencapai 5.052 satuan ruang parkir di sebelas stasiun. Angka ini merupakan kapasitas gabungan, bukan khusus Lempuyangan.
Penataan Stasiun Lempuyangan dan Rencana Pengembangan 2028
Kawasan stasiun mengalami penataan untuk memperbaiki akses kendaraan dan alur pergerakan penumpang. Perubahan ini menjadi bagian dari pengembangan pelayanan transportasi di Yogyakarta. Kondisi akses yang sebelumnya digunakan bersama oleh penumpang dan masyarakat umum menjadi salah satu persoalan yang ingin dibenahi.
Harian Jogja pada 29 September 2026 melaporkan rencana pembangunan dua akses pelayanan. Nantinya, sisi selatan difokuskan untuk kereta jarak jauh. Sementara itu, sisi utara disiapkan untuk penumpang KRL dan kereta lokal.
Penataan juga mencakup pembangunan jalan baru, area drop off, dan pengembangan ruang publik. KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta menargetkan tahapan penataan selesai pada 2027. Operasional penuh dengan pembagian akses baru direncanakan mulai 2028.
Buat calon penumpang, perubahan ini penting diperhatikan ketika merencanakan perjalanan. Akses yang digunakan sekarang masih berbeda dari konsep pengembangan mendatang. Jangan langsung mengikuti informasi lama setelah perubahan mulai diterapkan.
Beberapa hal yang bisa diperhatikan selama masa penataan meliputi:
- Periksa pintu masuk yang berlaku sebelum berangkat menuju stasiun.
- Ikuti petunjuk pengalihan kendaraan apabila terdapat pekerjaan pembangunan.
- Perhatikan area drop off agar tidak menghambat kendaraan lain.
- Sisihkan waktu perjalanan tambahan ketika kondisi jalan sekitar stasiun padat.
Selama proses pengembangan berlangsung, informasi mengenai perubahan akses dan pelayanan bisa berubah mengikuti tahapan pekerjaan. Penumpang sebaiknya memperhatikan pengumuman terbaru dari pengelola, terutama ketika menggunakan layanan KRL atau kereta jarak jauh.




