Situs Arca Gupolo Jogja

Situs Arca Dewa-Dewa Hindu.

arca gupolo

  • Akses

Situs Arca Gupolo terletak di dalam sebuah hutan berketinggian 195 meter di atas permukaan air laut. Tepatnya berada di Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Letaknya berdekatan dengan Candi Ijo, dan hanya berjarak satu kilometer saja. Untuk mengunjungi situs ini, wisatawan dapat mengaksesnya dengan melewati jalan menanjak di daerah Candi Ijo. Beberapa meter kemudian terdapat gapura berwarna hijau dengan gambar pancasila di kanan jalan. Dari sini wisatawan harus menitipkan kendaraan dan melalui jalan setapak menuju lokasi Arca Gupolo berada.

arca gupolo 5

  • Sejarah

Sejarah tentang cerita Arca Gupolo sendiri belum dapat ditemukan secara pasti, hanya saja banyak cerita beredar di masyarakat dengan versi berbeda. Versi pertama menerangkan bahwa Gupolo dulunya adalah seorang patih Raja Keraton Ratu Boko, ayah dari Roro Jonggrang. Diceritakan bahwa Gupolo lah yang menguburkan Bandung Bondowoso di sumur Jalatunda, karena telah membunuh Raja Ratu Boko. Namun, karena Bandung Bondowoso adalah orang yang sakti, ia dapat lolos dari kematian dan berniat mempersunting Roro Jonggrang. Sumur tempat penguburan tersebut berada di kawasan hutan situs yang hingga kini masih ada dan dimanfaatkan oleh warga.

arca gupolo 4

Versi kedua menerangkan bahwa Gupolo adalah nama lain dari Agastya. Dia adalah seorang resi besar, sangat sakti dan disegani di agama Hindu. Karena kesaktiannya itu ia dijuluki mahaguru oleh masyarakat. Ia dipercaya sebagai perwujudan Dewa Siwa di dunia yang turun untuk mengajarkan darma. Bahkan namanya telah ada dalam kitab Ramayana dan Mahabarata.

  • Keistimewaan

Pada Situs Arca Gupolo Jogja ditemukan sebuah arca Agastya berukuran dua meter yang sedang berdiri tegak memegang senjata trisula, yang diyakini sebagai perwujudan Dewa Siwa. Di sekitarnya ada 7 arca Dewa Hindu dalam posisi duduk yang sudah tidak berkepala. Di sebelah barat daya situs terdapat arca Ganesha berukuran 605 x 400 cm dan tebal 125 cm. Sayangnya arca ini juga tidak berkepala lagi. Di sebelah barat laut terdapat batu dengan bentuk segi lima tak beraturan yang diberi nama Batu Kotak dan Batu Gong. Di sampingnya terdapat satu batu yang dinamakan Bantu Blencong dan tiga buah Batu Kandang. Yang tak kalah unik, di situs ini ditemukan patok penyangga dengan 4 tulisan, yakni tulisan berbahasa Indonesia kuno, bahasa Jawa, bahasa Belanda dan nomor registrasi situs. (Um-R)

arca gupolo 2 arca gupolo 6

arca gupolo 7

Map

Related Post

Leave a reply