Wisata Malioboro Jogja

malioboro 3

  • Keistimewaan

Yogyakarta telah dinobatkan menjadi kota wisata. Ratusan obyek wisata bertebaran di seluruh penjuru Yogyakarta, baik wisata alam maupun budaya. Tak elak jika ratusan wisatawan tiap hari memenuhi obyek-obyek wisatanya. Namun, berwisata ke Yogyakarta takkan lengkap jika tak mengunjungi Wisata Malioboro Jogja. Wisata ini telah dikenal kalangan luas dan dianggap sebagai salah satu tempat kunjungan pokok.

malioboro 6malioboro 17

Malioboro merupakan pusat keramaian di Yogyakarta. Setiap harinya selalu dipenuhi orang-orang pribumi Yogyakarta dan para perantau luar kota maupun wisatawan manca negara. Mereka saling berinteraksi dalam hal jual beli barang-barang kebutuhan para pengunjung. Terlihat di sepanjang Jalan Malioboro, berjajar rapi lapak-lapak pedagang di teras-teras jalan menjajakan barang cindera mata khas Yogyakarta. Ada berbagai macam barang seperti: kaos-kaos Jogja, batik, aksesoris, sandal, hiasan rotan, wayang kulit, blangkon, barang-barang perak, dan makanan-makanan khas Jogja. Yang lebih menarik barang-barang itu dijual dengan harga tak begitu mahal, kalaupun mahal wisatawan dapat menawarnya dengan selisih harga yang memuaskan.

malioboro 13malioboro 2

Jika wisatawan lebih menyukai barang dari toko, tak usah khawatir karena Berdampingan dengan lapak pedagang, ada beberapa toko besar di belakangnya. Selain itu Malioboro juga berhadapan dengan Pasar Bringharjo, pasar terbesar di Yogyakarta yang juga juga ramai dikunjungi pengunjung. Kunjungan wisatawan akan lengkap dengan pemandangan beberapa andong atau dokar yang berbaris rapi berdampingan dengan para becak. Tampak menarik karena sebagian besar mereka memakai pakaian tutup kepala dan khas Jawa. Mereka pun senantiasa siap mengantar wisatawan berkeliling Kota Yogyakarta. jika beruntung wisatawan juga dapat menonton aksi sekelompok pemain musik yang bermain musik tradisional. Merdu suara mereka dan kelihaiannya dalam bermusik dapat menghibur para wisatawan.

malioboro 15

  • Sejarah

Wisata Malioboro Jogja telah ada semenjak para penjajah Belanda menduduki Yogyakarta. Malioboro dibangun oleh pemerintah Belanda pada abad ke-19 sebagai langkah untuk menyaingi kejayaan Kerajaan Mataram, yang tampak dalam Keraton dan alun-alunnya. Oleh karenanya malioboro sengaja ditempatkan berhadapan dengan alun-alun dan Keraton Yogyakarta. Sebagai pendukung tujuannya, Belanda juga membangun Benteng Vredebug, Istana Karesidenan Kolonial (Istana Presiden) dan Pasar Bringharjo pada lokasi yang berdekatan.

malioboro 12

Nama Malioboro sendiri diambil dari nama seorang anggota Kolonial Inggris yang pernah menguasai Yogyakarta pada tahun 1811-1816 M, yaitu Marlborough. Namun ada versi lain menyebutkan bahwa nama Malioboro sanskerta yang berarti “karangan bunga”, hal itu dikarenakan kawasan Malioboro dulunya sering dipenuhi dengan karangan-karangan bunga ketika ada perayaan Keraton.

malioboro 16

  • Akses

Wisata Malioboro Jogja terletak di tengah Kota Yogyakarta tepatnya di Jalan Malioboro. Lokasinya berada satu komplek dengan wisata-wisata potensial lainnya, antara lain: Pasar Bringharjo, Benteng Vredeburg, Monumen 1 Maret, Museum Sonobudaya, Masjid Agung, Kampung Kauman, Taman Pintar, Keraton dan Alun-alun. Letaknya yang strategis membuatnya mudah diakses banyak kendaraan umum, diantaranya: bus umum jalur 4, Transjogja trayek 3A atau 3B, taksi, ojek, becak, dan sebagainya.

Related Post

Leave a reply