Upacara Ngerik pada Perkawinan

upacara ngerik

JogjaLand.net – Rangkaian serta lanjutan dari upacara siraman yaitu upacara ngerik. Upacara ngerik memiliki maksud paling utama supaya calon pengantin sungguh-sungguh bersih lahir serta batin. Arti ngerik memiliki maksud menyingkirkan wulu kalong (bulu-bulu halus) yang tumbuh di seputar dahi supaya terlihat bersih serta berwajah jadi bersinar. Hal semacam ini memiliki kandungan arti yang cukup dalam, yakni untuk buang sebel atau buang sial.

Dalam upacara ngerik juga dibutuhkan Sajen. Sajen yang dipakai sama dengan sajen yang dipakai dalam upacara siraman.
Oleh karenanya untuk praktisnya sajen upacara siraman bisa dipakai untuk upacara jadi sesudah upacara siraman usai sajen bisa selekasnya di ambil serta dipindahkan ke
kamar pengantin.

Perlengkapan yang dengan cara spesial mesti disiapkan dalam upacara ngerik yaitu pedupan serta ratus, kain motif truntum, pisau cukur atau gondhel, cermin yang ditutup, handuk, mangkok diisi air serta sisir.
Proses Upacara Ngerik

1. Sesudah calon pengantin wanita masuk ke kamar pengantin serta duduk pada tempat yang sudah disiapkan, juru rias mulai mengeringkan rambut calon pengantin dengan handuk. Rambut itu setelah itu dikeringkan dengan pedupan yang sudah di beri ratus (diratus). Cara pengratusan itu seperti berikut :
­Pedupan atau anglo kecil terbuat dari logam (kuningan atau logam putih, juga sebagai tempat bara api) sesudah di beri bara api lalu ditaburi ratus hingga menebarkan asap yang harum baunya.
­Selanjutnya rambut calon pengantin putri dari mulai pangkal leher diangkat ke atas dengan sisir, lalu pedupan yang sudah di isi bara api serta ditaburi dengan ratus di gerak-gerakkan di bawahnya serta diusahakan supaya pengratusan bisa rata. Sesaat sang mempelai terus duduk diatas tikar yang diisi rangkaian seperti tersebut di atas.
­Agar pengasapan dengan ratus tak menebar ke mana-mana serta keharumannya lebih meresap ke rambut hingga ke kulit kepala, jadi baiknya sisi atas kepala calon pengantin ditutup dengan handuk.

2. Setelah rambut mulai jadi kering, rambut disisir ke belakang serta diikat dengan tali kuat-kuat supaya rambut tak terlepas lantas di gelung onthel atau digelung dengan kuat. Setelah itu juru rias mulai bersihkan muka serta leher calon pengantin putri.

3. calon pengantin mulai di gambar. Pertama-tama juru rias memastikan penunggul, penitis, pengapit serta godhek. Setelah itu juru rias bikin cengkorongan paes dengan pensil alis sesuai sama style tata rias yang di idamkan calon pengantin serta disetujui berbarengan. Gamabar cengkorongan paes yang ditangani dengan pensil alis ini bakal terlihat samar-samar. Cengkorongan paes ini ditujukan juga sebagai batas penunjuk supaya pengerikan bisa dikerjakan pas serta sesuai sama style tata rias yang di idamkan. Butuh diingat bahwa rambut halus yang di hilangkan yaitu rambut yang tumbuh diluar cengkorongan.

4. Calon pengantin dikerik atau dialub-alubi. Rambut serta bulu-bulu halus yang tumbuh diluar cengkorongan paes mesti di hilangkan. Cara mengeriknya dengan memakai pisau cukur dengan cara hati-hati. Awal mula dikerik rambut halus yang tumbuh diantara penuggul serta pengapit, lalu rambut dibagian pada pengapit serta penitis, pada penitis dengan godheg. Sisi di seputar alis juga mesti dikerik supaya terlihat bersih serta untuk membereskan bentuk alis hingga terlihat lebih indah. Tak lupa bulu-bulu halus yang tumbuh diatas bibir seputar pipi serta tengkuk’

5. Sesudah pengerikan usai lalu muka dibikin bersih. Setelah itu calon pengantin mulai dirias samar-samar atau tidak tebal. Disanggul dengan model gelung atau ukel tekuk atau bisa pula model ukel konde.

6. Sesudah dirias samar-samar calon pengantin kenakan kain serta kebaya. Kain yang dikenakan yaitu kain yang bermotif Sidamukti, Sidaasih atau motif lain yang berarti serta memiliki kandungan makna baik. Mulai sekarang ini calon pengantin harus minum jamu sepet-sepet, terlebih jamu delima putih.

kemanten ngerik pemandian siraman upacara adat

Author: 
    author
    JogjaLand

    Related Post

    Leave a reply