Slametan Puput Pusar

puput pusar
Selamatan yang diselenggarakan saat malam hari sesudah tali pusar bayi lepas. Pada zaman dulu, sehelai benang panjang dibentangkan di sekitar rumah, daun nanas atau pandan berduri yang dicat putih digantungkan diatas pintu masuk rumah, sisi depan serta belakang rumah dipasangi penerangan (obor), di sekitar bayi dibuatkan pagar yang terbuat dari sapu ijuk, beberapa benda warna-warni, dan sebagian type mainan anak-anak.

Suatu batu penggiling bumbu (gandhik) yang dihias dengan pakaian bayi ditempatkan ditempat yang dikelilingi oleh benda-benda itu, dengan maksud untuk mengacaukan roh-roh jahat yang mau mengambil bayi itu. Lalu tiap-tiap orang yang ada, dengan cara bertukaran memangku bayi itu hingga ia tertidur.

Sepanjang tali pusar bayi belum lepas, bapak bayi serta beberapa anggota rumah tangga yang telah dewasa mesti berjaga saat malam hari (lek-lekan) dengan ditemani oleh beberapa kerabat, rekan, serta tetangga sembari bermain kartu atau mengobrol. Saat tali pusar bayi telah lepas serta jadi kering, lalu dibungkus dalam sepotong kain berbarengan sebagian buah rempah-rempah untuk jadikan juga sebagai jimat lantaran dikira memiliki kemampuan gaib.

Lalu juga sebagai rasa sukur orang tuanya, jadi dibuatlah selamatan dengan jalan membagi-bagikan nasi beserta lauknya pada tetangga serta saudara.

ari ari puput pusar selametan

Author: 
    author
    JogjaLand

    Related Post

    Leave a reply