Pengakuan Mantan Pelaku, Klitih Dijalankan Dengan Rencana Matang

Tawuran

Jogja - Klitih ternyata tidak dilakukan secara sporadis. Ada rencana matang yang disusun sebelum menyerang sekolah lain.

Tak cukup di situ, pembagian tugas pun diterapkan oleh kelompok klitih. Sehingga target bisa dipastikan tidak meleset, sekaligus mudah melarikan diri setelah aksi rampung dijalankan.

“Pasti nyusun rencana dulu. Siapa bawa apa dan mau ngapain. Gaman (senjata) juga dibawa, walaupun cuma batu,” tutur mantan pelaku Klitih di Yogya, Cembre kepada Tribun Jogja, pertengahan Agustus lalu.

Batu, botol minuman, ikat pinggang berkepala gir motor, pentungan kayu dan benda keras lain adalah senjata yang lazim dibawa Cembre kala itu.
Senjata tajam seperti pedang juga masuk dalam pilihan perlengkapan. Meskipun diakui Cembre, untuk yang terakhir disebut sangat jarang digunakannya saat itu. Selain sulit disembunyikan, potensi terkena sweeping juga besar.
“Kalau ada info sekolah lain mau nyerang, baru bawa pedang sama clurit biasanya,” beber pria yang lulus dari SMA di Yogya sepuluh tahun lalu itu. (*)

Sumber : Tribunjogja.com

news

Author: 
    author
    JogjaLand

    Related Post

    Leave a reply