Pantai Trisik Yogyakarta

Pantai Trisik

Menengok alam pariwisata pantai di Yogyakarta tak akan ada habisnya. Puluhan pesona keindahan pantai berjajar rapi menjaga alam Yogyakarta. Ada yang telah terkenal melanglang dunia dan selalu mendapat kunjungan spesial dari para wisatawan. Namun, ada juga yang masih tersembunyi, mencoba mengibarkan sayap keindahannya, berharap ada lirikan indah dari para wisatawan yang akan mengangkat namanya nanti. Salah satu nama golongan pantai itu adalah Pantai Trisik.

Hal yang membuat Pantai Trisik kalah pamor adalah karena pengelolaan wisata yang belum memadai. Namun, Pantai Trisik pada dasarnya menyimpan sisi keindahan melimpah ruah. Maka marilah kita menelusuri letak Pantai Trisik dan potensi-potensi hasil alam Kulon Progo ini.

Secara fisik Pantai Trisik mempunyai keadaan sama dengan pantai-pantai lain di Yogyakarta, yaitu ombaknya yang tinggi dan berpasir hitam. Pantai Trisik terletak di 7 58’ 41,02” LS dan 110,12’ 11,64”BT, yaitu masuk dalam wilayah Brosot Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Jarak yang harus ditempuh menuju pantai ini sejauh 37 km dari pusat Kota Yogyakarta, yakni dengan perjalanan kira-kira 1,5 jam. Sesampainya di Pantai Trisik, para wisatawan tidak perlu merogoh kantong dalam-dalam, karena tiket masuk hanya dijual dengan harga Rp. 2000,.

pengunjung pantai trisik

Adapun beberapa potensi Pantai Trisik yang pertama adalah keramahan para warga sekitar pantai. Mereka tinggal tak jauh dari Pantai Trisik, diantaranya ada yang berjualan di sekitar pantai sambil menyambut datangnya para pengunjung dengan senyum mereka. Ada yang sibuk menjadi nelayan dan mengurusi kapal-kapalnya yang seringkali terparkir rapi di bibir pantai. Menjadikan pemandangan tambahan menawan bagi para wisatawan. Dan juga ada yang bekerja di rumahnya sebagi pengrajin enceng gondok. Begitulah, warga dekat dengan pantai dan dekat dengan para wisatawan.

suasana pantai trisik

Kedua, Pantai Trisik menjadi daerah yang potensial untuk pembudidayaan penyu. Hal itu terbukti dengan adanya penakaran “Penyu Abadi” oleh warga sekitar pantai Trisik. Usaha “Penyu Abadi” merupakan apresiasi kegelisahan warga yang memandang semakin punahnya populasi penyu akhir-akhir ini. Maka kunjungan para wisatawan ke Trisik tak akan sempurna jika tanpa menjenguk proses pembudidayaan makhluk-makhluk imut itu. Dari sana juga akan didapatkan ilmu berharga bagaimana pentingnya menyayangi sesama makhluk, dan juga betapa nyamannya bumi Jogja, karena para penyu pun betah bertahan di sini.

Ketiga, Pantai Trisik mejadi tempat strategis pemberhentian burung-burung migran, diantaranya: burung trinil rawa, trinil pantai semak, ceret kernyut, kedidi leher merah. Ada juga beberapa burung nonmigran seperti: udang biru, walet sapi dan kuntul kerbau. Para burung itu sering menghabiskan beberapa umurnya di pantai ini. Maka tak heran jika saat sore hari para wisatawan dapat menyaksikan aktifitas mereka yang melanglang buana di angkasa. Indah dan mengesankan.

ombak pantai trisik

laut pantai

Related Post

Leave a reply